"Hal tersebut kita lakukan untuk mengantisipasi atrean penumpang dan kemacetan kendaraan saat puncak arus mudik nanti," katanya kepada wartawan di Negara, Selasa.
Agar kendaraan maupun penumpang bisa lebih cepat terangkut, menurut Ospar, sebanyak 29 kapal siap melayani pemudik menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Selain itu, dia mengungkapkan, untuk mempercepat waktu sandar kapal, pihaknya akan mengoperasikan lima dermaga sekaligus.
"Pada hari-hari biasa kita hanya mengoperasikan tiga dermaga. Mudah-mudahan dengan tambahan dermaga ini antrean penumpang dan kendaraan bisa diminimalisir," ujar Ospar.
Ospar mengatakan, jumlah trip atau penyeberangan kapal akan ditambah dari biasanya hanya delapan trip menjadi sembilan sampai 10 trip per hari.
Sedangkan untuk loket akan ditambah untuk masing-masing jenis kendaraan seperti sepeda motor dari satu loket menjadi empat hingga lima loket, kendaraan roda empat dan pejalan kaki akan ditambah dua loket.
"Dengan segala persiapan ini kita harapkan arus mudik bisa berjalan dengan tertib dan lancar. Kalaupun masih ada antrean, kita harapkan tidak berlangsung lama," ujar Ospar.
Puncak mudik lebaran di Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan terjadi pada H-2 atau pada hari Minggu (28/8).
Pada arus puncak itu, ASDP memperkirakan jumlah sepeda motor yang akan menyeberang mencapai 14 ribu unit dan kendaraan roda empat mencapai 5 ribu unit.
Seperti tahun lalu, otoritas pelabuhan akan memasang tenda di pintu masuk hingga parkir pelabuhan sebagai peneduh bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Karena menjadi satu-satunya pintu keluar dari Bali lewat laut ke Pulau Jawa, setiap tahunnya, Gilimanuk selalu disibukkan dengan arus mudik dan balik lebaran.
Biasanya, pada H-7 hingga H-1 lebaran, antrean panjang terjadi di pelabuhan bahkan hingga meluber dan memanjang di jalan raya.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.