Denpasar (Antara Bali) - Realisasi perolehan devisa anyaman buatan perajin Bali menembus angka satu juta dolar AS selama lima bulan periode Januari-Mei 2011, hasil penjualan itu naik hingga 132,5 persen dari periode sama 2010 hanya 469 ribu dolar.

Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Jumat mengatakan, tinggi kenaikan perolehan devisa itu berkat perajin mampu menciptakan mata dagangan sesuai selera konsumen.

Perdagangan hasil kerajinan aneka anyaman selama 2010 boleh dikatakan berkurang akibat krisis ekonomi global, tetapi perajin tetap berproduksi memenuhi kebutuhan rumah tangga dan upacara keagamaan, disamping untuk persiapan ekspor.

"Kami tidak peduli terhadap pasar, tetap berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar lokal maupun antarpulau terutama ke kota-kota besar di Jawa," kata Sang Ayu Ratih, pedagang berbagai jenis kerajinan di Denpasar.

Ia mengakui, khusus produk anyaman mengisi pasar ekspor mengalami kenaikan berarti  belakangan ini, tetapi permintaan pasar lokal tetap ramai karena anyaman diperlukan masyarakat setiap saat untuk sarana upacara adat.

Ia yang memiliki puluhan tenaga terampil di bidang anyam-menganyam bambu ini mengaku jumlah perajin yang memusatkan perhatian untuk membuat produk ekspor relatif sedikit, jika dibandingkan dengan pesanan lokal.

"Bagi pengusaha kerajinan anyaman produk ekspor, kini mengalami pangsa pasar yang membaik terbukti semakin banyak datang permintaan dari rekan bisnisnya di luar negeri, mudah-mudahan kondisi ini tetap stabil, tutur Sang Ayu Ratih yang asal Kabupaten Bangli.

Ia mengaku bersama pengusaha dan perajin lainnya tetap gencar menciptakan aneka barang dengan desain (rancangan) yang lebih inovatif, sehingga muncul produk lain yang disenangi konsumen dalam dan luar negeri.

Bagaimana pun komoditas anyaman berupa perabotan rumah tangga tetap diperlukan baik di dalam maupun ke luar negeri, maka pangsa pasar di mancanegara harus tetap dibina, kata Ni Made Mariati pengusaha kerajinan lainnya.

Mudah-mudahan krisis ekonomi global cepat teratasi sehingga perdagangan komoditi nonmigas Bali ini tetap cerah ke luar negeri, harap Mariati yang mampu memperdagangkan anyaman bambu ke Jepang dan Eropa.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026