Negara (Antara Bali) - Kepala Dinas Dikporaparbud Kabupaten Jembrana, Nengah Alit mengungkapkan, saat ini pihaknya masih banyak kekurangan guru sekolah dasar, lebih-lebih jika ada guru minta izin untuk berbagai keperluan.

Hal tersebut disampaikan Senin saat dikonfirmasi seputar jumlah guru yang hanya tersisa dua orang ditambah seorang kepala sekolah di SDN 4 Banyubiru, setelah tiga guru mengikuti diklat dan seorang guru pergi ke India dan Pakistan.

"Kita memang masih cukup banyak kekurangan guru SD, tapi guru mata pelajaran apa saja yang kurang kita masih melakukan pendataan," kata Alit.

Ketua DPRD Jembrana, I Ketut Sugiasa saat dihubungi terkait hal ini mengatakan, saat ini tidak ada data yang jelas berapa sebenarnya jumlah guru SD yang dibutuhkan.

"Kita tidak tahu guru apa saja yang dibutuhkan, karena saya melihat penempatan guru belum sesuai dengan latar belakang guru termasuk kebutuhan sekolah yang ditempati guru tersebut," katanya.

Karena itu Sugiasa mendesak Kadis Dikporaparbud agar segera melakukan pendataan ulang terhadap guru di seluruh Kabupaten Jembrana.

"Kalau datanya sudah akurat, baru kita bisa mengetahui berapa sebenarnya kekurangan guru saat ini," ujarnya.

Sedangkan Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengatakan, untuk penerimaan CPNS tahun ini, pihaknya mengusulkan penambahan pegawai total sebanyak 600 orang.

"Tapi itu untuk semua formasi tidak hanya guru saja, tapi formasi untuk guru yang saya ingat cukup banyak," katanya.

Menurut Kembang, sebenarnya kebutuhan ideal pihaknya untuk penambahan pegawai mencapai 1.000 orang, namun akan dilakukan secara bertahap.

Beberapa waktu lalu Bupati Jembrana, I Putu Artha juga mengungkapkan, pihaknya butuh banyak tambahan guru khususnya untuk SD karena banyaknya guru yang pensiun.

Saat itu ia memperkirakan, kebutuhan guru SD ini bisa mencapai 200 orang.

"Tahun ini banyak sekali guru yang pensiun, karena itu dalam formasi penerimaan CPNS akan kita usulkan ke pusat," kata Artha.

Kekurangan guru sekolah dasar ini sebenarnya sudah cukup lama terdengar, namun setiap kali penerimaan CPNS, kebutuhan akan guru ini hanya mendapatkan porsi yang sedikit.

Akibatnya saat ada guru yang tidak masuk, seperti di SDN 4 Banyubiru, beban guru lainnya menjadi bertambah berat.

Bahkan karena tinggal memiliki dua guru yang aktif, Sulandra mengaku, dirinya ikut turun langsung mengajar murid-murid.

"Apapun alasannya kita tidak boleh mengorbankan murid-murid, mereka harus tetap mendapatkan pendidikan yang maksimal meski kami kerepotan juga," kata Sulandra.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026