OPEC dan sejumlah produsen minyak utama lainnya yang dipimpin oleh Rusia akan menggelar pertemuan pada 30 November, untuk membahas apakah akan memperpanjang pembatasan produksi minyak mentah saat ini guna mendukung harga.
Kelompok ini telah menahan produksi sejak awal tahun ini, dalam upaya untuk mengakhiri kelebihan pasokan global. Secara luas diharapkan kesepakatan tersebut akan memperpanjang pengetatan produksi hingga mencakup keseluruhan tahun depan.
Sementara itu, melemahnya dolar AS juga mendorong sentimen pasar untuk minyak yang dihargakan dalam dolar AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,14 persen menjadi 93,92 pada akhir perdagangan.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, bertambah 0,41 dolar AS menjadi menetap di 56,83 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, naik 0,35 dolar AS menjadi ditutup pada 62,57 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (WDY)
Pewarta: Antara NewsEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.