Denpasar (Antara Bali) - Wisatawan mancanegara dalam menikmati liburan di Bali menggunakan fasilitas hotel berbintang rata-rata selama 3,27 hari selama bulan Mei 2011, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 4,21 hari.

Hal itu lebih tinggi dibanding wisatawan nusantara yang menggunakan fasilitas hotel berbintang hanya rata-rata selama 2,86 hari, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Gede Suarsa, MSi di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, wisatawan nusantara yang hanya menggunakan 2,86 hari pada bulan Mei 2011 itu kondisinya juga menurun dibanding bulan sebelumnya yang tercatat rata-rata 2,90 hari.

Dengan demikian wisatawan dalam dan luar negeri saat berliburan di Bali menggunakan fasilitas hotel berbintang selama 3,15 hari mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yang tercatat rata-rata 3,80 hari.

Gede Suarsa menjelaskan, Bali pada bulan Mei 2011 menerima kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 209.058 orang, meningkat 2,79 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 203.338 orang, atau menurun 8,96 persen dibanding bulan April 2011 yang tercatat 224.704 orang.

Dengan demikian selama lima bulan Januari-Bali 2011 Bali menerima kunjungan 1,05 juta wisman, meningkat  6,61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 992.335 orang.

Kondisi itu berpengaruh terhadap tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali rata-rata 62,90 persen selama bulan Mei 2011, menurun 1,13 persen dibanding okupansi bulan sebelumnya yang mencapai 64,03 persen.

Gede Suarsa menjelaskan, TPK hotel berbintang paling tinggi terjadi di wilayah Kota Denpasar, yakni mencapai 65,31 persen, disusul Kabupaten Badung 65,23 persen, Gianyar 56,87 persen, Karangasem 49,49 persen, Tabanan 41,11 persen dan Buleleng 25,12 persen.

Sedangkan tiga kabupaten lainnya yang meliputi Jembrana, Bangli dan Klungkung hingga kini belum memiliki fasilitas hotel berbintang, kecuali hotel non bintang, terutama berupa rumah penginapan.

Vila yang fasilitasnya menyamai hotel berbintang tersebar di daerah pedesaan, terutama di perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar dan sejumlah  kabupaten lainnya di Bali diperkirakan berpengaruh terhadap tingkat hunian kamar hotel berbintang.

Pembangunan vila ditata sedemikian rupa di tepi jurang atau hamparan lahan yang cukup luas dengan penataan lingkungan yang apik dan lestari.

Suasana alam pedesaan yang demikian itu belakangan ini mulai diminati wisatawan mancanegara dalam berliburan di Pulau Dewata.(*)




Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026