Denpasar (Antara Bali) - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali selama Mei 2011 rata-rata 62,90 persen, mengalami penurunan 1,13 persen dibanding okupansi bulan sebelumnya yang mencapai 64,03 persen.

"Penurunan okupansi kamar hotel tersebut erat kaitannya dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia ke Pulau Dewata," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Suarsa di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan, Bali selama lima bulan pertama 2011 menerima kunjungan sekitar 1,05 juta wisatawan mancanegara, meningkat 6,61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 992.335 orang.

Khusus untuk bulan Mei 2011 sebanyak 209.058 orang, naik 2,79 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 203.338 orang, namun turun 6,96 persen dibanding April 2011 yang mencapai 224.704 orang.

Gede Suarsa menjelaskan, TPK hotel berbintang paling tinggi terjadi di wilayah Kota Denpasar, yakni mencapai 65,31 persen, disusul Kabupaten Badung 65,23 persen, Gianyar 56,87 persen, Karangasem 49,49 persen, Tabanan 41,11 persen dan Buleleng 25,12 persen.

Sedangkan tiga kabupaten lainnya yang meliputi Jembrana, Bangli dan Klungkung hingga kini belum memiliki fasilitas hotel berbintang, kecuali hotel non bintang, terutama berupa rumah penginapan.

Wisatawan mancanegara dalam menikmati liburan di Bali rata-rata menggunakan fasilitas hotel berbintang selama 3,27 hari, lebih lama dibanding wisatawan dalam negeri yang hanya 2,86 hari.

Hotel berbintang empat tercatat paling tinggi TPK-nya, yakni mencapai 64,94 persen, disusul hotel berbintang dua 63 persen, hotel berbintang lima 62,49 persen, berbintang tiga 62,29 persen dan hotel berbintang satu 60,26 persen.

Sedangkan hotel non bintang tingkat huniannya rata-rata hanya 32,53 persen, dengan okupansi tertinggi terjadi di Kabupaten Badung sebesar 55,94 persen, Jembrana 29,84 persen, Tabanan 26,80 persen, Gianyar 30,50 persen, Klungkung 44,37 persen, Bangli 17,99 persen, Karangasem 17,66 pesen, Buleleng 23,44 persen dan Denpasar 32,99 persen, ujar Gede Suarsa.(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026