"Malam ini hanya mementaskan tiga kesenian daerah. Sedangkan siang hari tidak ada pementasan seni," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Ketut Suastika di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, kesenian yang pentas pada malam hari meliputi kesenian rekonstruksi Gambuh oleh Sanggar Tri Datu, Desa Anturan yang merupakan duta seni Kabupaten Buleleng.
"Pertunjukan seni ini akan dimulai pukul 20.00 Wita di Wantilan kompleks Taman Budaya (Art Center) Denpasar," katanya.
Selain itu, kata dia, juga dipentaskan kesenian Drama Gong oleh Sanggar Seni Puspa Kencana Taman Lembu Sora, Banjar Poh Gading, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.
"Kesenian drama gong ini biasanya mengambil cerita dari kehidupan keluarga raja-raja pada zaman dahulu. Dan lebih banyak mengisahkan tentang keluarga raja di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali,' ujarnya.
Tetapi oleh penyusun naskah drama tradisional itu dikemas secara menarik, sehingga dagelan lelucun oleh pemain punakawan akan menjadi hiburan yang mampu menyedot penonton.
"Kalau hanya seputar cerita keluarga kerajaan tidak akan menarik, karena itu penyusun naskah drama akan menyelipkan cerita-cerita humor kekinian yang diperankan oleh punakawan," ucapnya.
Sedangkan di panggung (kalangan) Angsoka akan dipentaskan kesenian Arja Inovasi oleh Sanggar Mekara Duaja yang dipimpin Ni Nyoman Candri.
"Kesenian Arja Inovasi ini adalah duta seni Kabupaten Gianyar," kata pria asal Desa Rijasa, Kabupaten Tabanan itu.
Pantauan ANTARA, di arena tahunan itu sejak pagi hingga sore tampak lengang, tidak seperti hari biasa, warga masyarakat beramai-ramai berkunjung ke PKB.
Begitu juga pada anjungan pameran kerajinan seni budaya dan kerajinan tangan tersebut sebagian besar tutup.
PKB yang digelar selama sebulan sejak 10 Juni hingga 9 Juli 2011 dipentaskan berbagai seni budaya dari duta kabupaten dan kota di Pulau Dewata serta partisipasi kesenian dari sejumlah daerah di Indonesia.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.