Sejumlah jalan utama di ibu kota Provinsi Bali itu, seperti Jalan Raya Sudirman, kawasan Sesetan, dan Jalan Diponegoro yang biasanya dipadati kendaraan bermotor, relatif lengang dan arus sepeda motor maupun mobil lancar.
Di jalan-jalan tersebut hanya beberapa kendaraan roda empat dan roda dua yang sesekali melintas. Meski demikian sejumlah anggota polisi tetap melakukan tugasnya mengatur lalu lintas.
Haddah, salah seorang pengguna jalan yang kebetulan melintas di Jalan Raya Sesetan, mengaku lebih cepat sampai tujuan karena jalan tidak ramai.
"Kebetulan saya tadi dari bandara mengantar teman, lalu pulang ke Jalan Pulau Saelus lewat Sesetan, perjalanan jadi lebih cepat sampai, karena memang sepi," katanya saat berhenti di pertigaan lampu merah Jalan Sesetan.
Haddah yang merupakan warga asal Surabaya ini mengaku baru pertama kali merasakan suasana Galungan di Bali sejak dirinya menetap di Denpasar untuk bekerja.
Selain ruas jalan yang tampak lengang, juga perkantoran dan beberapa toko-toko, pasar serta warung makan terlihat tutup selama liburan Galungan dan Kuningan.
Luh Sugandini (40), penjual daging di pasar Sanglah Denpasar mengaku terburu-buru membereskan dagangannya karena hendak pulang kampung untuk merayakan Galungan di Karangasem.
"Saya mau tutup karena mau pulang ke Karangasem. Dua hari lagi kembali berdagang," katanya.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.