Petang (Antara Bali) - Wakil Bupati Badung, Bali, I Ketut Sudikerta mengharapkan agar pelaksanaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di wilayah kabupaten terkaya di Bali itu berjalan aman, khidmat dan penuh rasa "manyama braya" atau kekeluargaan.

"Kami mengajak umat Hindu di Kabupaten Badung untuk memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan rasa 'manyama braya' yang tinggi, sehingga senantiasa membawa suasana kondusif," katanhya saat bertatap muka dengan masyarakat Banjar, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Minggu.

Dia menjelaskan, terciptanya suasana perayaan yang khidmat dan kondusif di wilayah yang dipimpinnya tersebut tidakterlepas dari kualitas sikap dan mental masyarakat.

Hari Raya Galungan harus dimaknai sebagai sarana untuk memperbaiki diri, maka setiap enam bulan sekali kualitas diri juga harus bertambah, kata Sudikerta.

Dia mengatakan, secara khusus juga wabup mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai perayaan hari raya tersebut dengan melakukan "mulat sarira" atau introspeksi diri, sehingga perayaan disikapi dengan cara yang positif.

Menurut Sudikerta, meningkatnya kualitas mental masyarakat itu tidak terlepas dari semakin baiknya kehidupan beragama di Kabupaten Badung saat ini.

Terbukti, tambah dia, dengan semakin sumringahnya umat saat melaksanakan ajaran-ajaran agama. Imbasnya merubah sikap dan perilaku warga sehingga memberikan ruang untuk terjadinya perubahan menuju hal yang lebih positif.

Kehidupan di internal dan eksternal umat juga sudah berjalan dengan baik sehingga sikap saling menghormati terus muncul dan dipertahankan sepanjang masa.

"Karena sikap kebersamaan dan penghormatan sudah muncul, sehingga semua warga bisa hidup dengan harmoni dan senantiasa menjalankan konsep kehidupan dengan kebersamaan," katanya.

Pada kesempatan itu, Wabup Sudikerta juga mengucapkan selamat Hari Raya Galungan kepada seluruh masyarakat yang merayakannya.

Sementara I Ketut Kertayasa, salah seorang tokoh masyarakat Carangsari mengatakan, memberikan penghargaan yang tinggi kepada Wabup Sudikerta yang secara tulus dan ikhlas menyapa masyarakat.
 
"Hal seperti ini hendaknya tetap dipertahankan untuk mewujudkan kebersamaan sesuai harapan warga menuju kesejahteraan dan kedamaian," katanya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026