"Pak gubernur menginginkan kegiatan yang mendukung pemulihan kejayaan pariwisata ini lebih didetailkan, gagasannya lebih jelas, biayanya gotong royong," kata Farid yang juga panitia Jelajah Sutera Internasional usai diterima Syahrul di rumah jabatan gubernur Sulsel, Jumat.
Ia mengemukakan, jelajah sutera ini akan dimulai dengan Konferensi Internasional Sutera di Kota Makassar, dilanjutkan dengan acara-acara lain di kabupaten penghasil sutera Sulsel, khususnya Wajo dan Soppeng.
Dalam agenda, kata dia, jelajah ini akan dihadiri langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono.
"Sesuai konsep, RI satu dan Ibu Negara hadir. Apalagi Ibu Presiden konsen dengan pengembangan kain-kain sutera," ucapnya.
Farid mengemukakan, Sulsel dipilih sebagai tuan rumah karena potensi sutera yang ada di daerah ini selevel dengan sutera Thailand dan China yang hanya unggul dalam promosi.
Disamping itu, posisi Sulsel sangat strategis dengan dibukanya Bandara Internasional Hasanuddin Makassar sebagai hub-internasional, yang juga pintu gerbang Indonesia Timur.
Jelajah sutera ini rencananya, digelar bertepatan dengan HUT Sulsel 20 Oktober.
Farid menambahkan, akan bekerja sama dengan perusahaan penyelenggara kegiatan (EO) berkelas dunia untuk menyukseskan acara ini sesuai dengan keinginan gubernur.
Kegiatan lain yang akan mengisi jelajah Internasional yang dihadri delegasi dari berbagai negara yakni pemilihan puteri sutera dan pemberian penghargaan kepada pengrajin sutera.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Syuaib Malombassi mengatakan pengembangan sutera menjadi bagian dari program bidang pariwisata dalam rangka mengembalikan kejayaan produk lokal termasuk sutera.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.