Sekitar 490 petugas kepolisian dari Polresta Denpasar dibantu petugas keamanan desa adat (pecalang) mengalami kesulitan mengamankan jalannya pawai dari depan bangsal Jaya Sabha hingga Taman Budaya Denpasar karena penonton memadati jalur sepanjang tiga kilometer yang dilalui peserta pawai.
Masyarakat yang begitu banyak tersebut menutupi jalan sehingga duta seni dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali sulit bergerak maju.
Polisi harus bekerja keras mengatur penonton agar memberikan kesempatan kepada duta seni sambil menunjukkan kebolehannya.
Kasubbag Humas Polresta Denpasar AKP Ida Bagus Made Sarjana mengatakan, pihaknya sudah memperkirakan membludaknya pengunjung, termasuk wisatawan sehingga mengerahkan petugas dalam jumlah cukup banyak.
Petugas kepolisian tidak hanya mengamankan jalannya pawai tapi juga melakukan antisipasi terhadap tindakan kriminal seperti adanya copet, maupun bentrok antarpenonton.
"Ya salah satunya untuk antisipasi, karena memang acara yang banyak massanya sangat rawan dengan tindakan yang tidak baik. Seperi penonton yang saling senggol, nanti ada yang tidak terima dan sebagainya. Itu juga yang kami jaga," katanya.
Oleh sebab itu pagar betis dari bundaran patung catur muka hingga sepanjang Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Nusa Indah juga terpasang agar penonton dapat lebih tertib saat menyaksikan pawai budaya yang menampilkan kesenian khas dari masing-masing kabupaten, kota di seluruh Bali.
Pawai budaya melibatkan duta seni dari delapan kabupaten/kota di Bali, termasuk peserta Utsawa Dharma Gita (Pembacaan ayat-ayat suci agama) dari 33 provinsi di Indonesia, disamping duta seni dari Kalimantan Tengah dengan kesenian dayaknya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.