"Kegiatan pawai juga tidak dilaksanakan secara seremonial untuk memberikan kebebasan kepada masyarakat dan seniman berapresiasi secara penuh," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Ketut Suastika, SH di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, pawai sebagai atraksi arak-arakan seni budaya, juga dimaksudkan untuk memelihara identitas dan membangun kekhasan seni budaya di masing-masing kabupaten/kota.
PKB yang akan berlangsung selama sebulan, mulai 10 Juni 2011 mengusung tema "Desa Kala Patra", (Situasi dan Kondisi Setempat), masing-masing kabupaten/kota sudah melakukan persiapan secara matang.
Lima agenda pokok PKB, selain pawai budaya juga pementasan berbagai jenis kesenian, pameran industri kecil dan kerajinan rumah tangga, perlombaan dan sarasehan.
Suastika menjelaskan, pagelaran yang menjadi salah satu agenda PKB menampilkan berbagai jenis kesenian, mulai dari tradisional, pengembangan dan kesenian unggulan.
Pementasan tersebut diawali dengan pagelaran sendratari kolosal "Bhisma Dewabharata" oleh keluarga Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, tutur Suastika.
Dekan Fakultas Seni Pertunjukkan (FSP) ISI Denpasar I Ketut Garwa, SSn, MSn dalam kesempatan terpisah menjelaskan, pihaknya menggarap dua tarian klosal untuk memeriahkan pembukaan PKB XXXIII yang dijadwalkan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kedua tarian kolosal yang digarap secara apik dan profesional itu melibatkan ratusan mahasiswa dan dosen. Kedua tarian klosal tersebut masing-masing Adi Merdangga dan Siwa Nata Raja untuk mengawali atraksi budaya, sebelum pembukaan PKB.
Pawai budaya dari depan bangsal Jaya Sabha Gubernuran, Kota Denpasar hingga Taman Budaya, tempat berlangsungnya aktivitas seni tahunan itu, ISI Denpasar melibatkan sekitar 200 mahasiswa dan dosen yang tampil perdana dalam kegiatan itu.
Selain itu juga menggarap sendratari kolosal "Bhisma Dewabharata" yang melibatkan sekitar 250 mahasiswa dan dosen ISI Denpasar, baik sebagai penabuh dan penari.
Sendratari kolosal yang digelar di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Denpasar pada malam hari, 10 Juni 2011 itu dijadwalkan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan undangan tingkat nasional maupun dari Bali sendiri.
Sendratari yang berdurasi 50 menit itu mengisahkan Dewabharata lahir dari buah cinta antara Maharaja Sentanu dengan wanita penjelmaan bidadari, Dewi Gangga. Sebagai putra mahkota Kerajaan Hastina, Dewabharata yang tampan dan perkasa diharapkan menjadi pemimpin agung yang akan menurunkan sumber insani masa depan bangsa Bharata.
Setelah dinobatkan menjadi "yowanaraja", Dewabharata memperoleh mandat menunaikan tugas dan kewajibannya sebagai raja muda, sedangkan ayahnya, Sentanu, bertindak selaku pendamping dan penasihat.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.