"Awalnya kami cukup pesimis tiket tersebut yang harganya Rp125 ribu bisa terjual sebanyak itu, namun berkat kerja keras semua pihak akhirnya dapat tercapai," kata Ayu Handayani menjelang konser di Denpasar, Jumat.
Dia menjelaskan, rasa pesimis itu sempat muncul karena cukup sulit untuk menjual tiket acara konser amal tersebut.
Sebab banyak yang lebih tertarik menghadiri acara seminar yang menjanjikan kesuksesan, dibandingkan datang menonton konser yang bertajuk "Charity Show For HIV/AIDS".
"Hasil konser dan pelelangan lagu dalam konser akan kami berikan sepenuhnya kepada anak-anak yang menjadi korban keganasan penyakit mematikan itu," ujarnya.
Ayu mengatakan, anak-anak itu berada dalam naungan Yayasan Citra Usadha Indonesia yang berada di Kabupaten Buleleng, Bali.
Jumlahnya ada sekitar 60 orang, yang sebagian besar yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat mengidap HIV/AIDS.
Dari jumlah tersebut, sekitar sembilan anak dinyatakan positif virus HIV, bahkan empat di antaranya meninggal dunia.
Sementara Koordinator Program Yayasan Citra Usadha Indonesia Anang Edi mengatakan, dana yang dihasilkan dari konser itu akan digunakan untuk biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari anak-anak di yayasan tersebut.
"Selain itu digunakan juga untuk biaya mengakses layanan kesehatan, karena sebagian besar para anak yang Odha itu berada di daerah pedesaan," katanya.
Menurut dia, hal yang dilakukan oleh Ayu dan rekan-rekan itu sangat mulia dan diharapkan bisa memicu munculnya kegiatan serupa yang peduli akan HIV/AIDS.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.