"Meskipun saat ini baru tercapai 40 persen, kami yakin tecapai dengan maksimal hingga akhir 2017," ujar Nyoman Giri Prasta di Mangupura, Minggu.
Ia mengatakan, terhambatnya pengerjaan proyek infrastruktur seperti perbaikan jalan, saluran irigasi air dan fasilitas umum yang ada di Badung, disebabkan sulitnya mencari bahan material pasir dan batu, akibat peningkatan status awas atau level IV Gunung Agung yang terjadi hingga sebulan (22 September hingga 22 Oktober 2017) terakhir ini.
Selama ini, semua bahan material pasir dan bebatuan dari Kabupaten Karangasem, Bali, yang memiliki kualitas sangat bagus. Namun, saat ini tidak ada lagi truk-truk yang mencari pasir di galian C yang ada didaerah itu.
"Ini semua sangat berkaitan dengan alam sehingga kami berusaha mendorong SKPD kami yang terkait untuk mencari alternatif lain untuk mencari bahan material ini," katanya.
Alternatif lain untuk mencari bahan material ini, lanjut Giri Prasta, dengan memberikan solusi mencari pasir di Kabupaten Bangli yang juga memiliki galian C untuk mencari pasir dan bebatuan.
"Solusi ini dapat dijalankan, saya yakin semua proyek infrastruktur di Badung akan sesuai harapan bersama," ujar mantan Ketua DPRD Badung ini.
Apabila pengerjaan proyek infrastruktur ini belum mencapai target optimal, Giri Prasta meminta instansi terkait melanjutkan pada Tahun Anggaran 2018. "Kalau tidak bisa ya kami tunda dan dilaksanakan tahun berikutnya yang penting jangan sampai melanggar peraturan. Itu saja," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya tidak bisa memaksakan, mengingat salah satu penyebab sulitnya mencari bahan material saat ini akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung tersebut.
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa menyatakan, progres pembangunan infrastruktur di Badung baru 40 persen. Untuk itu, pihaknya akan terus menggenjot kinerja OPD terkait sehingga progres tercapai secara maksimal.
Adi Arnawa juga akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait apabila hal ini belum dapat terealisasi. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.