"Perolehan devisa tersebut hampir 70 persen merupakan hasil usaha industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang menjadi tulang punggung perolehan ekspor nonmigas," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan berbagai jenis mata dagangan yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia, khusus untuk Agustus 2017 mencapai 43,07 juta dolar AS.
Perolehan devisa tersebut meningkat 1,96 juta dolar AS atau 4,77 juta dolar AS dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Juli 2017) tercatat 41,11 juta dolar AS.
Adi Nugroho menambahkan jika dibandingkan dengan ekspor bulan yang sama tahun sebelumnya mengalami kenaikan 2,40 juta atau 5,92 persen, karena Agustus 2016 hanya menghasilkan 40,66 juta dolar AS.
Lima jenis komoditas utama yang menembus pasaran luar negeri itu, meliputi produk ikan dan udang 20,60 persen, produk perhiasan (permata) 15 persen, dan produk pakaian jadi bukan rajutan 12,09 persen.
Selain itu, produk kayu dan berbagai jenis cenderamata dari bahan baku kayu 10,92 persen serta produk perabot dan penerangan rumah 8,65 persen.
Adi Nugroho menjelaskan pasaran Amerika Serikat menyerap paling banyak komoditas yang dikapalkan dari Bali, yakni 30,35 persen, menyusul Australia 9,19 persen, Jepang 7,36 persen, Singapura 7,06 persen Hong Kong 4,67 persen.
Dari lima komoditas ekspor Bali tersebut jika dibandingkan dengan Juli 2017 seluruhnya mengalami peningkatan dengan persentase tertinggi 33,85 persen untuk perhiasan (permata).
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 tercatat dua komoditas mengalami penurunan, yakni produksi ikan dan udang 11,48 persen serta benda-benda dari batu, gips, dan semen 15,85 persen, ujar Adi Nugroho. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.