Xinhua mewartakan, Yellen mengatakan pada Selasa (26/9) bahwa tepat bagi bank sentral untuk terus secara bertahap memperketat kebijakan moneternya mengingat ketidakpastian seputar inflasi.
Dia berpendapat bahwa pengetatan moneter yang lebih cepat dapat membahayakan ekspansi ekonomi, sementara bergerak terlalu lambat juga bisa berisiko terlalu panas, karena pasar kerja terus menguat.
"Ini akan menjadi bijaksana mempertahankan kebijakan moneter berlanjut hingga inflasi kembali ke dua persen," kata Yellen.
The Fed telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini. Para pembuat kebijakan pada pekan lalu menunjuk satu kenaikan tingkat suku bunga lagi tahun ini, dan tiga kali kenaikan untuk tahun depan setelah berakhirnya pertemuan kebijakan dua hari.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,31 persen menjadi 92,934 pada akhir perdagangan.(WDY)
Pewarta: Pewarta: Antara NewsEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.