Jakarta (Antara Bali) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menyatakan jangan mempertentangkan antara agama dan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.

Pancasila, kata Kiai Ma'ruf, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, adalah solusi kebangsaan (hulul wathaniyah) yang menjadi titik kesepakatan dan kompromi dalam berbangsa dan bernegara. Bahkan, roh agama menjadi kekuatan besar yang mengilhami kelahiran Pancasila itu.

"Pancasila justru wujud nyata peran agama dalam kehidupan bangsa Indonesia," kata Ma'ruf Amin yang juga Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) itu pula.

Namun, ia mengingatkan perlu kembali penguatan pemahaman dan pengalaman Pancasila, mengingat belakangan ini muncul gerakan radikal kanan yang hendak mengganti ideologi negara.

"Kelompok ini tak memiliki komitmen kebangsaan dan kenegaraan serta tak menghormati kesepakatan," katanya, saat berbicara dalam Workshop bertajuk 'Pengawasan Melalui Peneguhan Pancasila Bagi Aparatur Sipil Negara' yang digelar Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag.

Ia mencontohkan, kelompok pengusung sistem khilafah yang bukan termasuk kesepakatan ulama (mujma' alaih). Sistem yang ternyata tidak dipraktikkan di negara kelahirannya, Lebanon. Di Timur Tengah pun sistem ini tak populis. Arab Saudi menerapkan sistem kerajaan, begitu juga Yordania, dan ada pula yang memberlakukan sistem republik. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Syaiful Hakim
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026