"Penanaman pohon kelapa ini sebagai bentuk protes warga karena jalan tak kunjung diperbaiki," kata I Nyoman Sukama, salah seorang warga di Gianyar, Kamis.
Sebelumnya, kata dia, warga juga sempat menanam pohon pisang di tengah jalan tersebut, namun ada yang mencabutnya. Akhirnya warga memilih menanam bibit kelapa tepat di lubang jalan yang rusak tersebut.
Anggota DPRD dari Komisi B DPRD Gianyar I Made Wirasila mengakui kalau penanaman pohon kelapa itu sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan warga setempat karena jalan menuju sejumlah objek wisata itu tak kunjung diperbaiki.
Padahal,dengan kondisi jalan yang berlubang serta rusak sepanjang 50 meter itu, kata Wirasila, sangat menganggu kenyamanan wisatawan asing maupun domistik yang melewati jalan tersebut.
Apalagi, kata dia, jalan itu paling sering dilewati wisatawan menuju ke daerah Ubud serta sejumlah objek wisata, seperti taman satwa "Bird Park" dan "Bali Zoo".
“Keluhan masyarakat terus kami terima, dan kami sudah berusaha mengomunikasikan dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar, namun jalan itu penanganannya ternyata ada di Pemerintah Provinsi Bali,“ katanya.
Terkait kondisi ini, politisi dari Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) itu mendesak wakil rakyat di DPRD Provinsi Bali dari Daerah Pemilihan Gianyar untuk ikut peduli dan memperjuangkan masalah itu.
"Jika dibiarkan terus, maka kemarahan warga akan semakin memuncak dan berlaku aneh hingga membuat kenyamanan lalu lintas pasti terganggu," ujarnya. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.