Denpasar (Antara Bali) - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi program Sistem Informasi Penatih (Sipena) dijadikan sebagai standarisasi untuk pelayanan desa dan kelurahan di perkotaan.

"Kami mengapresiasi program Sipena. Hal ini sangat beralasan karena program Sipena berhasil mengantarkan Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur meraih juara I Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2016, bahkan program Sipena merupakan satu-satunya di Indonesia," kata Rai Mantra saat meninjau program Sipena di Kelurahan Penatih, di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan keberhasilan Kelurahan Penatih dalam meraih prestasi Tingkat Nasional mencerminkan peran serta semua lapisan masyarakat yang bahu-membahu dalam mewujudkan pembangunan di Kota Denpasar.

"Hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lainnya. Kami dorong semua desa dan kelurahan untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga semuanya bermuara pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat itu sendiri," ucapnya.

Rai Mantra lebih lanjut mengatakan progam Sipena tersebut sangat lengkap, dimana semua data ataupun jenis pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat ada di dalammnya, dan ini dapat nantinya menunjang sebagai desa cerdas dan mandiri.

"Setelah nantinya program ini dapat diterapkan di desa dan kelurahan, diharapkan bisa menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang bisa dan siap mengelola program itu, sehingga kalau ada masyarakat yang datang bisa segera mendapatkan pelayanan," ujarnya.

Menurut Rai Mantra, selain menyediakan proses alur pelayanan juga wajib menyediakan informasi pelayanan dan semua ini akan distandarisasikan sehingga pelayanan tetap bisa diberikan secara maksimal.

Sementara Lurah Penatih, I Wayan Astawa mengatakan untuk menjadi yang terbaik tidaklah mudah, dibutuhkan kerja keras yang dasari oleh komunikasi dan koordinasi. Selain itu pihaknya juga berterima kasih kepada masyarakat Denpasar, khususnya warga Kelurahan Penatih atas partisipasinya dalam mendukung dan membantu sehingga semua program pembangunan khususnya di Kelurahan Penatih dapat berjalan dengan baik selama ini.

Program Sipena merupakan sistem pelayanan yang cepat dan tepat karena di dalamnya terdapat data seluruh warga Kelurahan Penatih. Data ini sangat istimewa karena juga digunakan untuk bahan pembuatan Prodeskel sebagai data Pemilu serta juga terdapat data Dasawisma PKK.

Data ini setiap menit aktif sesuai pelayanan yang diberikan setiap hari, sehingga keakuratan data ini bisa mencapai 90 persen. Tidak hanya itu, Sipena ini bisa mendeteksi data palsu dan meminimalkan kasus hukum yang dihadapi Kelurahan Penatih, seperti kasus tanah dan silsilah.

Ia mengatakan, cukup hanya dengan menekan tombol komputer surat yang dimohon masyarakat bisa diselesaikan secara cepat dan tepat, serta tidak membutuhkan waktu yang lama, sekitar satu menit saja.

Awal ide dari program Sipena ini, menurut Astawa, sudah dirancang di tahun 2014, disebabkan pada mulanya terjadi pengetikan manual dan salah satu huruf salah dan itu sangat fatal akibatnya. Maka dari itu pihaknya membuat terobosan inovasi bagaimana cara mempercepat sebuah proses pelayanan disamping menjunjang Denpasar sebagai "smart city".

"Ke depan program kami tidak hanya ini saja, namun kami akan terus berinovasi sehingga data base dari lingkungan, desa dan kelurahan, kecamatan hingga kota bisa menjadi satu," ujarnya.

Astawa mengatakan program Sipena ini menjadi lebih mudah karena sudah terdaftar lewat android, Kelurahan Penatih sendiri terdiri dari 10 lingkungan dan empat desa adat dengan jumlah penduduk saat ini 9.700 orang. (WDY)


Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026