Denpasar (Antara Bali) - Nilai ekspor Bali meningkat 1,29 persen, karena devisa yang dihasilkan selama 2016 mencapai 505,11 juta dolar AS, sedangkan sebelumnya tercatat 498,68 juta dolar AS.

"Devisa tersebut diperoleh dari hasil pengapalan berbagai jenis matadagangan yang menembus pasaran luar negeri," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan perolehan devisa tersebut ditopang dari hasil industri dan kerajinan skala rumah tangga yang menonjolkan unsur seni serta rancang bangun (desain) sesuai selera konsumen mancanegara.

Pengapalan berbagai jenis matadagangan lewat beberapa pelabuhan laut di Indonesia khusus pada bulan Desember 2016 mencapai 41,46 juta dolar AS, turun sebesar 6,20 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (November 2016) yang mencatat 44,20 juta dolar AS.

"Perolehan devisa bulan Desember 2016 itu jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya menurun sebesar 1,67 persen, karena pada Desember 2015 itu meraup 42,16 juta dolar AS," ujar Adi Nugroho.

Bali mengapalkan lima komoditas utama matadagangan ke pasaran luar negeri yang meliputi ikan dan udang sebesar 28,69 persen, menyusul produk pakaian jadi bukan rajutan 12,51 persen, dan produk perhiasan (permata) 12,34 persen.

Selain itu juga mengapalkan produk kayu dan barang dari kayu 9,99 persen serta produk perabot dan penerangan rumah tangga 7,24 persen.

Adi Nugroho menambahkan, berbagai jenis komoditas ekspor Bali tersebut paling banyak diserap oleh pasaran Amerika Serikat hingga mencapai 23,18 persen, lalu Tiongkok 13,15 persen, Singapura 8 persen, Australia 7,67 persen dan Jepang 6,02 persen.

"Menurunnya nilai ekspor Bali pada bulan Desember 2016 itu akibat berkurangnya nilai ekspor tujuan Amerika Serikat sebesar 2,68 juta dolar AS atau turun 21,83 persen," katanya.

Negara lainnya juga menunjukkan terjadi kemerosotan relatif tinggi yakni Australia, Brazil, Thailand dan Hongkong.

Sementara jika dilihat dari jenis komoditas penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya ekspor nilai perhiasan sebesar 1,83 juta dolar AS, daging dan ikan olahan 807.658 dolar AS, dan barang-barang rajutan 479.033 dolar AS.

"Selanjutnya, benda-benda dari batu gips dan semen 177.480 dolar AS serta pakaian jadi bukan rajutan 161.757 dolar AS," ujar Adi Nugroho. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026