Sekretaris Panitia Lokasaba V DPP Peradah Indonesia Provinsi Bali Ida Bagus Oka Suryawan di Denpasar, Kamis mengatakan, kegiatan tersebut akan diikuti utusan Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) dan utusan Kecamatan se-Bali.
"Peserta yang akan hadir diperkirakan mencapai 150 orang. Dalam agenda Lokasaba tersebut selain memilih ketua dan kepengurusannya untuk masa bakti lima tahun ke depan, juga mengevaluasi program-program kerja yang telah dilakukan pengurus sebelummnya," kata pria asal Desa Sanur, Denpasar itu.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut mengacu pada anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) serta hasil keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPN Peradah Indonesia yang digelar di Medan, Sumatra Utara tahun 2009.
"Lokasaba sebagai bentuk penjabaran dari AD/ART organisasi serta hasil keputusan Rakernas Peradah Indonesia tersebut," ujar Oka Suryawan yang didampingi panitia lainnya.
Ketua DPP Peradah Indonesia Provinsi Bali Anak Agung Alit Putra mengatakan, selama kepemimpinannya sejumlah hasil program kerja telah dilakukan. Namun tidak memungkiri ada program kerja yang belum dilaksanakan.
"Sejumlah program kerja sudah direalisasi, tetapi ada program kerja belum dilaksanakan sama sekali. Alasannya mengapa belum terlaksana programnya karena berbenturan dengan agenda politik di Indonesia, seperti pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif," katanya.
Alit Putra berharap program kerja yang belum terealisasi dapat dilanjutkan pada masa kepengurusan mendatang, karena program tersebut tidak terbatas dengan waktu, seperti program pelatihan dan pendalaman "srada", bakti sosial dan lainnya.
"Pada intinya program tersebut ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda, khususnya umat Hindu agar mampu dan selalu inovatif dalam menghadapi globalisasi," ucapnya.
Ia mengatakan, sebagai umat beragama dalam era globalisasi tidak terlepas dari pengaruh luar, baik prilaku maupun budaya. Tetapi harus tetap memegang teguh ajaran-ajaran agama tersebut untuk mencapai kesejahteraan.
"Semangat toleransi antarpemuda harus dijunjung tinggi. Karena semangat seperti itu belakangan ini tampak mulai rapuh. Contohnya sering terjadi perkelahian antarpemuda. Sebagai generasi muda hal itu harus mampu dihindari dan berbuat sesuatu untuk kedamaian," kata Alit Putra yang juga anggota DPRD Denpasar ini.
Ditanya bakal kandidat Ketua Peradah Indonesia Bali, Alit Putra menyebutkan sudah ada tiga bakal calon ketua.
"Saya tidak etis menyebutkan nama calon Ketua Peradah Bali. Yang jelas sudah tiga nama ingin merebut jadi ketua," ucapnya.
Ia mengatakan, dalam pemilihan Ketua Peradah ada aturan dan mekanisme. Tetapi dari pengalaman sebelumnya pemilihan dilakukan secara voting.
"Dari peserta lokasaba tersebut ada 11 suara yang diperebutkan oleh calon ketua. Yaitu sembilan dari DPK dan masing-masing satu suara dari DPP serta DPN," kata Alit Putra.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.