Kuta (Antara Bali) - Sebanyak 26 tim dari dalam dan luar negeri akan berlaga dalam turnamen futsal "Danlanud Cup" 2011 di Lapangan Futsal Kim, Kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, selama empat hari.

"Turnamen futsal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-65 TNI-AU pada 9 April nanti. Kami sengaja memilih turnamen futsal karena merupakan olahraga yang sedang populer di kalangan generasi muda," kata Komandan Pangkalan Udara TNI-AU Ngurah Rai, Letnan Kolonel Penerbang Jumarto, Senin petang.

Jumarto menyatakan, turnamen futsal kali ini diikuti 26 tim yang dibagi dalam enam grup.

"Masyarakat sangat antusias, kami sampai menolak pendaftaran karena hanya tersedia dua lapangan. Sejawat militer dari TNI-AD dan TNI-AL juga mengirimkan timnya," katanya.

Tiga di antara peserta, katanya, adalah tim dari Korea Selatan, Prancis, dan Swedia, selain beberapa WNA dari Belgia dan negara-negara lain yang menggabungkan diri dalam beberapa tim.

Menurut Jumarto, turnamen olahraga yang tidak memerlukan biaya tinggi seperti futsal, sangat potensial untuk dikembangkan. "Sangat baik untuk pembinaan generasi muda, sehingga mereka bisa menggali potensi diri dan menyehatkan," katanya.

Dalam Grup C tercantum Tim Wisma Bayu Corporation sebagai perwakilan dari Komando Daerah Militer IX/Udayana. Mereka bermain imbang 3-3 melawan Multimax dari Grup B. Pertandingan berlangsung ketat di dalam lapangan mini dengan durasi permainan dua kali 15 menit.

"Kecakapan lawan bermain baik sekali, tiap serangan kami bisa mereka tangkal. Itulah yang membuat koordinasi kami menjadi makin baik dengan hasil akhir 3 gol buat kami," kata Kapten Tim Wisma Bayu Corporation, Sersan Mayor Eko Agung.

Banyak tendangan mendatar dengan kecepatan tinggi saling dilancarkan kedua tim. Berkali-kali penjaga gawang harus merebahkan tubuh dan merentangkan tangan untuk menghalau bola yang deras kecepatannya menuju gawang.

Tim Future Dream dari Korea Selatan berisikan pemain-pemain semi profesional di negaranya. Dengan postur tubuh yang cukup menonjol di antara tim yang berlaga dalam turnamen itu, mereka serius mempersiapkan taktik serangan dan pertahanan.

Papan simulasi pertandingan dan penempatan pemain berkali-kali didiskusikan, terutama terhadap calon-calon lawan yang jadualnya mendahului jadual pertandingan mereka.

"Kami sebetulnya bukan sengaja datang ke sini untuk turnamen ini, namun begitu tahu ada turnamen, kami langsung mendaftarkan diri," kata salah seorang pemain Tim Future Dream itu.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026