Pantai Kuta, Kabupaten Badung sebagai salah pusat perayaan malam tahun baru sejak pukul 16.00 waktu setempat ditutup untuk semua lalu lintas kendaraan, kecuali pejalan kaki, dengan harapan mampu memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan wisatawan yang merayakan pergantian tahun di kawasan wisata yang selama ini telah dikenal masyarakat mancanegara.
Semua pengunjung ke Pantai Kuta yang membludak itu harus berjalan kaki sekitar satu sampai dua kilometer, karena mereka harus memarkir kendaraan di sentral parkir dan kantong-kantong parkir terdekat.
Meskipun tidak ada panggung khusus, wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara tampak duduk bergerombol dengan aktivitasnya masing-masing.
Sampah kiriman di Pantai Kuta akibat tiupan angin yang cukup kencang mengganggu masyarakat dan wisatawan di lokasi tersebut sehingga mereka mencari tempat-tempat yang tidak ada tumpukan sampah.
Dengan beralaskan tikar seadakan, mereka memadati sepanjang pantai, sehingga kawasan pantai berpasir putih itu cukup semarak, karena masing-masing pengunjung sudah siap dengan kembang api.
Pengunjung yang datang ke pantai Kuta semakin malam semakin padat untuk melepas mantari 2016 dan menyambut sang surya 2017.
Kembang api beraneka warna yang diluncurkan ke udara juga tampak di berbagai tempat Kuta, Nusa Dua maupun Kota Denpasar dan sekitarnya.
Masyarakat yang sebagian besar generasi muda bergerombol di sepanjang jalan dengan iringan musik dan sekali-kali diselingi dengan peluncuran kembang api.
Pedagang trompet yang umumnya berasal dari Banyuwangi dan kota-kota lain di Jawa Timur itu berjejer hampir di setiap ruas jalan yang ada di kota Denpasar dan sekitarnya.
Suara trompet dan nyala kembang api mewarnai malam peralihan tahun dari 2016 ke 2017 di Pulau Dewata.
Sementara Polda Bali melakukan pengawasan secara ketat di pusat-pusat perayaan peralihan tahun baru maupun objek-objek wisata yang mendapat kunjungan membludak, termasuk monumen tragedi kemanusiaan (Ground Zero) di Legian, Kuta, Kabupaten Badung.
Kepolisian Daerah Bali mengerahkan 3.726 personel untuk pengamanan Operasi Lilin Agung yang dilaksanakan selama 10 hari, mulai 23 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017.
Menurut Wakapolda Bali Brigjen Pol Nyoman Suryasta, kondisi Bali sementara ini masih sangat kondusif dan dapat ditangani dengan baik.
Tidak ada siaga I, operasi kepolisian sebagai bentuk kesiapsigaan dalam menghadapi kegiatan masyarakat ibadah Natal dan Tahun Baru 2017.
Dalam Operasi Lilin Agung 2016 diterjunkan 530 Satgas Polda Bali, 1.154 jajaran di Polres dan Polresta, TNI 345 orang serta 1.697 orang dari instansi lainnya.
Sedangkan yang menjadi sasaran operasi adalah tempat ibadah, jalur lalu lintas, lokasi wisata, maupun tempat-tempat lainnya.
"Objek wisata seperti Kuta, Legian, Ubud menjadi prioritas," ujar Suryasta.
Selain itu yang menjadi objek pengamanan adalah Bandara Ngurah Rai, 12 terminal, enam pelabuhan, 78 pusat perbelanjaan, 96 objek wisata, 244 gereja dan 79 objek pergantian tahun. (WDY)
Pewarta: Pewarta: IK Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.