"Saya menilai sektor riil di Pulau Dewata berkembang pesat seperti kerajinan handicraft yang ada di Ubud dan Payangan, Kabupaten Gianyar yang banyak juga dikembangkan anak-anak muda kita," kata Deputi Direktur Kantor OJK Regional VIII Bali-Nusra, Yones di Denpasar, Rabu.
Dalam mendongkrak sektor riil ini, diakuinya OJK secara berkesinambungan melakukan langkah-langkah strategis bersama Perbangkan (Bank Pembangunan Rakyat) daerah juga menyosialisasikan kepada anak muda agar mau berwirausaha.
"Kami telah melakukan sosialisasi untuk anak muda dengan menyambangi kampus-kampus (Unud, Undiknas dan Universitas Warmadewa) untuk mengembangkan sektor riil ini," ujarnya.
Selain itu, juga menyosialisasikan kepada anak muda disektor pasar modal, hal ini sebagai langkah OJK untuk menggugah generasi muda untuk mengembangkan kedua sektor ini.
Dalam mendukung permodalan kepada wirausaha muda yang bergerak di sektor riil itu, diakuinya, setiap perbankan siap membantu untuk menggulirkan pinjaman dengan bunga kompetitif.
Untuk sumber bantuan dana ini bisa melalui perbangkan dan dana bergulir dari pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM yang saat ini dinamakan kredit usaha rakyat (KUR).
"Untuk bantuan modal KUR ini maksimal pinjaman Rp500 juta, namun untuk pinjaman dana dari bank ditentukan sesuai aturan bank itu," katanya.
Ia mengimbau kepada anak muda yang ingin terjun berwirausaha agar menggeluti sektor riil dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), karena lebih aman dan dilindungi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang tentang sektor riil.
"Harapan saya sektor riil ini dapat berkembang pesat dan mampu dikembangkan anak usia muda di Pulau Dewata," ujar Yones.(WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.