Singaraja (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) secara gencar melakukan terobosan baru untuk menyelamatkan generasi muda di wilayah utara Bali itu dari ancaman virus HIV/AIDS.

KPAD Buleleng yang diketuai Wakil Bupati Made Arga Pynatih, terus melakukan pelatihan di kecamatan-kecamatan, seperti Senin, menyasar wilayah Kecamatan Banjar.

Sebelumnya KPAD Buleleng melaksanakan pelatihan di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Tejakula, Gerokgak, Busungbiu, Kubutambahan, Buleleng, dan Sawan.

Ketua KPAD Buleleng Made Arga Pynatih selalu menyempatkan diri untuk membuka pelatihan tersebut dan meminta kepada para kader KPAD agar seusai mengikuti kegiatan tersebut bisa memberikan informasi yang benar tentang bahaya virus HIV/AIDS kepada masyarakat.

Di hadapan para perbekel se-Kecamatan Banjar, dan para kader, Arga Pynatih mengatakan bahwa di Bali sudah tercatat sekitar 7.700 orang terjangkit virus HIV/AIDS.

Khusus di Buleleng sudah mencapai 1.051 kasus, sedangkan untuk Kecamatan Banjar tercatat 120 orang yang positif menderita HIV/AIDS.

Dia mengingatkan bahwa perkembangan penyebaran virus HIV/AIDS mencapai 98 persen yang penularannya melalui hubungan seks dan 0,2 persen terkait dengan penggunaan narkoba.

"Yang kita butuhkan sekarang adalah komitmen yang tinggi dan keseriusan dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman virus HIV/AIDS," tegasnya.

Sementara itu Camat Banjar Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos dalam laporannya mengatakan, pelatihan selama dua hari itu diikuti 54 peserta.

Hampir di seluruh desa di Kecamatan Banjar terdapat masyarakat yang terjangkit virus HIV/AIDS. "Untuk itu kami berharap para kader KPAD nantinya bisa melaksanakan tugas dengan baik serta memberikan informasi bahaya virus HIV/AIDS yang benar ke masyarakat," ujar  Camat Reika.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026