"Kami menyiapkan garapan khusus sesuai makna dan pesan Nyepi dengan harapan mampu tampil maksimal dalam kegiatan yang dihadiri tokoh umat Hindu dari seluruh daerah di Indonesia, serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Agama Suryadharma Ali dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II," kata Rektor ISI Denpasar, Prof Dr I Wayan Rai S di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, pihaknya menyiapkan sebuah garapan tari "Puru Sada Santa" yang didukung 126 seniman tabuh dan tari yang keseluruhannya adalah mahasiswa dan dosen lembaga pendidikan tinggi seni di Pulau Dewata.
Pementasan akbar yang digarap secara apik itu menggunakan dua perangkat gamelan yang dibawa secara khusus dari Bali.
Prof Rai menambahkan, panitia Dharma Santhi tingkat nasional memberikan kepercayaan penuh kepada ISI Denpasar dalam mengemas acara Dharma Santhi bernuansa ritual khas Bali yang dihadiri Kepala Negara
dan undangan penting lainnya.
"Begitu tamu mulai berdatangan disambut dengan alunan instrumen musik tradisional Bali, disusul dengan penampilan tari Selat Segara sebagai ungkapan selamat datang kepada para tamu dan peserta dharma santhi," ujarnya.
Setelah acara pokok, dilanjutkan hiburan dengan menampilkan tari, yang digarap secara khusus oleh dosen dan mahasiswa ISI Denpasar.
Garapan tari "Puru Sada Santa" yang berdurasi 50 menit itu menampilkan pesan-pesan Hari Suci Nyepi dalam bentuk keindahan seni pertunjukan, yang maknanya dapat ditangkap secara mudah oleh penikmat seni.
"Gapan seni pentas kali ini dilakukan secara apik, meski dalam waktu yang bersamaan ISI Denpasar sedang menyiapkan garapan akbar yang melibatkan ratusan mahasiswa dan dosen untuk pembukaan Pesta Kesenian Bali pada bulan Juni mendatang," katanya.
Garapan karya seni untuk dua kegiatan bertaraf nasional itu, diatur sedemikian rupa agar tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar mahasiswa ISI Denpasar.
Dalam memeriahkan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1933 tingkat nasional, menurut Bupati Karangasem I Wayan Geredeg SH, pihaknya juga menyiapkan dua murid sekolah Dasar (SD), masing-masing Ni Luh Nia Ernawati (12) dan Ida Nyoman Kumarayana (10) sebagai pasangan pelantum tembang geruritan (pembacaan ayat-ayat suci agama Hindu).
Kedua duta seni dari wilayah timur Bali itu diharapkan mampu tampil maksimal dan memukau peserta Dharma Santi tingkat nasional.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.