Nusa Dua (Antara Bali) - Direktur Jenderal Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Niken Widiastuti menyatakan bahwa media penyiaran saat ini didorong memanfaatkan teknologi "multipaltform" yang berbasis aplikasi internet.

"Mau tidak mau radio dan televisi harus masuk teknologi atau masuk ke `multiplatform` sehingga siarannya bisa didengarkan atau ditonton melalui internet," katanya di sela-sela pelaksanaan Asia Pasific Broadcasting Union (ABU) ke-53 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Menurut dia, teknologi multiplatform itu bisa menjadi sumber dalam meningkatkan pendapatan media penyiaran baik radio dan televisi di tengah tren penurunan pendapatan media salah satunya media swasta yang mengandalkan pendapatan dari iklan.

"Kalau televisi dan radio bisa memasuki media melalui `over the top` ini akan bisa meningkatkan `revenue` karena iklan dan promosi bisa dilakukan melalui format internet," ujar mantan Dirut RRI itu.

Ia mengharapkan agar media penyiaran saat ini menyesuaikan perkembangan teknologi yang saat ini termasuk konten inovatif yang juga mengikuti perkembangan teknologi.

Niken juga mengajak media penyiaran di Tanah Air untuk memanfaatkan peluang itu bukan menjadikan perkembangan tersebut sebagai salah satu yang menakutkan.

"Perkembangan baru di dunia teknologi itu tantangan juga peluang bukan sesuatu yang menakutkan sepanjang media mau beradaptasi dengan perkembangan teknologi," ujar Niken.

Niken mengharapkan ajang pertemuan para pelaku media penyiaran dan profesional dari media pada ajang ABU ke-85 itu diharapkan menjadi forum untuk saling berbagi pengalaman antarpelaku media untuk mengembangkan teknologi hingga kualitas konten.

"ABU ini forum yang positif karena dengan ini media dapat mengikuti perkembangan teknologi, manajemen `broadcasting` dan perkembangan mengenai konten termasuk `second diplomacy` bagi Indonesia," ucapnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Nyoman Aditya T I


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016