Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengundur pelaksanaan "simakrama" atau temu wicara dengan masyarakat, yang sedianya digelar pada 27 Agustus menjadi 3 September 2016.

"Jadi untuk simakrama selanjutnya akan dilaksanakan pada 3 September karena gubernur berkeinginan bertatap muka dengan masyarakat dalam momentum spesial jelang Hari Raya Galungan," kata Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, pengunduran simakrama juga disebabkan padatnya aktivitas di bulan Agustus yakni serangkaian Hari Jadi ke-58 Provinsi Bali dan Hari Ulang Tahun ke-71 Kemerdekaan RI.

Dewa Mahendra menambahkan, simakrama merupakan bentuk pertanggungjawaban Pemprov Bali terhadap masyarakat terkait pelaksanaan program Bali Mandara.

"Dari simakrama, kami mendengarkan masukan, saran, dan kritik sebagai bahan evaluasi terhadap program yang sudah dijalankan Pemprov Bali," ucapnya,

Selain itu, juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan masalahnya baik itu persoalan yang bersifat nyata (sekala) maupun niskala (rohaniah).

"Gubernur dalam simakrama akan hadir didampingi oleh Wagub Ketut Sudikerta, Sekda Provinsi Bali Cok Ngurah Pemayun beserta kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali. Gubernur akan langsung menanggapi masalah ataupun aspirasi para peserta," ujarnya.

Pihaknya mengharapkan pelaksanaan simakrama bisa menjadi bahan evaluasi atas kinerja Pemprov Bali dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

"Simakrama merupakan bentuk upaya transparansi, akuntabilitas dan partisipatif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program Bali Mandara," ucap Dewa Mahendra. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016