Denpasar (Antara Bali) - Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Rochineng mengatakan proses rekrutmen tenaga medis dan nonmedis yang akan bertugas di Rumah Sakit Bali Mandara dimulai pada 2017.

"Rekrutmennya mulai tahun depan dan akan dianggarkan dalam APBD Induk 2017," kata Rochineng, di Denpasar, Kamis.

Pihaknya saat ini masih sedang berkoordinasi dengan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk memastikan tenaga kerja yang dibutuhkan di RS milik Pemprov Bali itu, yang dirancang berstandar internasional.

"Berdasarkan pendataan awal, akan direkrut sekitar 700 tenaga kerja yang meliputi dokter, perawat, bidan dan tenaga medis lainnya serta petugas administrasi," ujar Rochineng.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengatakan SDM yang diperlukan untuk RS tersebut, sekitar 700 orang. Hal ini menyesuaikan dengan tipe rumah sakit yakni tipe B dan jumlah tempat tidur yang disiapkan sebanyak 200 unit.

"Standar perawat misalnya harus 1:1 yakni 200 perawat, bidan minimal 25 orang, dokter umum 25, dokter spesialis 50 dan berbagai tenaga lainnya sehingga total sekitar 700 orang untuk tahap awal," ujar Suarjaya.

Dia menambahkan, saat ini pembangunan fisik RS yang berlokasi di Jalan Bay Pass Ngurah Rai, Sanur, itu sudah mencapai 85 persen.

"Pembangunan fisiknya selesai sekitar Oktober 2016, dan harapan kami pada Hari Jadi Provinsi Bali 14 Agustus 2017 sudah bisa `dilaunching` atau diluncurkan," harapnya.

Jika pembangunan fisiknya telah dialokasikan Rp200 miliar, tambah dia, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk pengadaan alat kesehatan, interior, sarana teknologi informasi, ruang operasi modern, peralatan kantor, pengadaan dapur, dan sarana "laundry" di RS Bali Mandara.

Sekitar Rp70 miliar dialokasikan melalui APBD Perubahan 2016 dan sisanya Rp230 miliar pada APBD Induk 2017. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016