Denpasar (Antara Bali) - Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat pertumbuhan indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2015 di Kabupaten Jembrana merupakan yang tertinggi di Pulau Dewata sebesar 1,44 persen yang didorong oleh dimensi pendidikan.

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Rabu, menjelaskan bahwa nilai tersebut berbanding terbalik dengan Kota Denpasar yang tercatat paling rendah yakni mencapai 0,72 persen meski pencapaian IPM di Ibu Kota Provinsi Bali itu menunjukkan level sangat tinggi yakni 82,24 persen.

"Denpasar (IPM) sudah tinggi sehingga susah lagi untuk digenjot bukan karena ada kebuntuan tertentu, semata-mata karena sifat alamiah," katanya.

Sedangkan bagi kabupaten yang selama ini pencapaian IPM-nya tidak terlalu tinggi maka masih ada peluang yang besar untuk melakukan inovasi sehingga mendorong akselerasi.

Menurut dia, sejatinya masih memungkinkan daerah dengan kecepatan pertumbuhan IPM rendah untuk melakukan inovasi pada tiga dimensi pembentuk IPM yakni pendidikan, standar hidup layak dan kesehatan.

"Kami hanya mengukur `output` tetapi kembali `output` itu menjadi landasan pemerintah untuk mengenali dimensi mana di antara tiga itu yang masih terbuka peluang untuk digenjot," katanya.

Sebagian besar pertumbuhan IPM 2015 di sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata didorong oleh faktor pendidikan.

Selain Jembrana, kecepatan pertumbuhan IPM tertinggi kedua terjadi di Kabupaten Buleleng mencapai 1,26 persen karena perbaikan standar hidup layak dan Tabanan berada di urutan ketiga sebesar 1,19 persen.

Sedangkan tiga kabupaten/kota dengan pertumbuhan IPM terendah yakni Kabupaten Gianyar sebesar 0,99 persen, Bangli (0,75 persen) dan Denpasar (0,72 persen).

Sementara itu pencapaian IPM di Bali tahun 2015 mencapai 73,27 atau tumbuh 1,09 dibandingkan tahun 2014 dan melampaui rata-rata nasional yang mencapai 69,55.

Meski demikian, pencapaian IPM di Bali tersebut masih dibawah target RKPD Pemprov Bali tahun 2015 sebesar 75,06.

Pencapaian IPM tertinggi terjadi di Denpasar pada level sangat tinggi 82,24 disusul Kabupaten Badung dengan level tergolong tinggi yakni 78,86 dan Gianyar mencapai 75,03. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016