Kuta (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta melakukan kunjungan mendadak ke Bandara Internasional Ngurah Rai karena satu-satunya pintu masuk-keluar Bali melalui udara itu lumpuh total sebagai dampak erupsi Gunung Barujari di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis pagi.

Wagub mengatakan, semua itu berdampak negatif terhadap pariwisata Bali, namun tidak bisa berbuat banyak, karena semua ini menyangkut bencana alam.

Sudikerta mengimbau wisatawan mancanegara yang membludak di Bandara Ngurah Rai untuk bersabar dan menerima kenyataan ini.

Semua pihak yang terkait seperti penyedia akomodasi wisata dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan.

Pelayanan tersebut antara lain menyangkut pengembalian tiket pesawat atau menyangkut soal penginapan akibat tertundanya kepulangan mereka ke negara asal.

Wagub Sudikerta dalam sidak itu ikut membagikan air mineral kepada warga negara asing yang sedang menanti informasi penerbangan.

Demikian pula berdialog dengan sejumlah wisman dan menyarankan agar bersadar untuk keselamatan bersama.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Yusfandri Gona sebelumnya mengatakan sebanyak 692 jadwal penerbangan domestik dan internasional di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, terpaksa dibatalkan sebagai dampak erupsi Gunung Barujari di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pembatalan ratusan penerbangan itu mulai saat bandara ditutup pada Selasa (3/11) hingga Kamis (5/11) sekitar pukul 08.45 Wita.

Jumlah penerbangan yang dibatalkan itu terdiri dari 183 jadwal kedatangan dan 189 keberangkatan untuk rute domestik.

Sedangkan untuk rute internasional, selama tiga hari penutupan itu sebanyak 157 jadwal kedatangan dan 163 jadwal keberangkatan pesawat terpaksa dibatalkan.

Selain itu, pada Rabu (4/11) sebanyak lima jadwal penerbangan internasional terpaksa dialihkan ke Cengkareng dan Surabaya yakni Singapore Airlines, SQ-948 rute Singapura-Denpasar, AirAsia, AWQ-833 rute Bangkok-Denpasar, Garuda Indonesia GA-857 rute Hong Kong-Denpasar dan Emirates 398 rute Dubai-Denpasar yang semuanya dialihkan ke Cengkareng.

Satu penerbangan lainnya dialihkan ke Bandara Juanda di Surabaya yakni AirAsia 545 rute Perth-Denpasar.

Tak hanya itu, sebanyak tiga pesawat terpaksa kembali ke bandara asal atau "return to base" (RTB) yakni KLM 835 rute Singapura-Denpasar, MXD-308 rute Kuala Lumpur-Denpasar dan AXM-374 rute Kuala Lumpur-Denpasar. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015