Denpasar (Antara Bali) - Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar akan menggelar pertunjukan kolaborasi "Hayachine Take Kagura" Jepang dan Tari Barong Bali dalam rangka pertukaran budaya Jepang-Indonesia, 31 Agustus-1 September 2015.

"Kegiatan itu terlaksana atas kerja sama Panitia Penyelenggara Take Kagura Indonesia dengan Institut Seni Indonesia (ISI)," kata staf konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, Sokhibi, melalui surat elektronik yang diterima Antara, di Bali, Sabtu.

Ia mengatakan kegiatan tersebut untuk menghibur masyarakat umum secara cuma-cuma yang berlangsung di Kampus ISI Denpasar pada 1 September 2015 mulai pukul 17.30 waktu setempat.

Sementara itu, workshop dan pertunjukan juga berlangsung di kampus ISI Denpasar, 31 Agustus 2015 mulai 14.00-16.00 waktu setempat.

Sokhibi menjelaskan Kagura merupakan sebuah tarian dan musik tradisional yang dipertunjukkan di tempat pemujaan untuk dipersembahkan kepada Dewa.

Take Kagura merupakan salah satu Kagura yang dipertahankan oleh kelompok pelestarian Take Kagura selama lebih dari 500 tahun di sebuah dusun bernama Take yang berada di kaki Gunung Hayachine yang tingginya 1,917 meter dari permukaan laut di Iwate, Jepang.

Take Kagura ditetapkan sebagai "kekayaan penting budaya rakyat bukan benda" oleh Pemerintah Jepang pada tahun 1976 dan dipertunjukkan di berbagai tempat di seluruh Jepang.

Selain di Jepang, Take Kagura juga dipertunjukkan di luar negeri seperti di Kanada, Perancis (dua kali), Amerika Serikat (AS), Rusia, Korea Selatan dan India sejak 1990, dan terdaftar sebagai "warisan budaya bukan benda" UNESCO pada tahun 2009.

"Pertunjukan Take Kagura kali ini merupakan pertunjukkan yang pertama kalinya diadakan di Indonesia dengan prakarsa Organizing Committee of Take Kagura Indonesia dan bekerja sama dengan Ibu Kaoru Nakaya yang berpengalaman dalam pertunjukan kolaborasi antara Kagura dan Tarian Bali," ujar Sokhibi.  (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015