Denpasar (Antara Bali) - Patung batu padas menyerupai aneka bentuk binatang seperti kodok, kuda serta manusia purba banyak dipalkan untuk hiasan taman, kamar maupun tempat kerja yang cukup menjanjikan selama periode tahun 2015.

"Ramai pemasaran patung batu padas hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali mampu menghasilkan devisa 15 juta dolar AS hasil pengapalan satu juta pcs selama enam bulan periode Januari-Juni 2015," kata Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Bali, Made Suastika di Denpasar, Minggu.

Bali banyak mengekspor aneka jenis patung dan cinderamata berbahan batu padas buatan masyarakat di Desa Silakarang, dan Batubulan Kabupaten Gianyar, dengan pasar utama Amerika Serikat (AS), Australia disamping konsumen negara Eropa lainnya.

Pasar utama aneka barang seni berupa patung batu padas sebagian besar dikapalkan ke AS dan Australia disamping Eropa lainnya, tutur Pengusaha kerajinan jenis itu, I Ketut Kencana di bengkel kerjanya di kawasan Gianyar.

Ada saja pesanan yang diterima para pengrajin di daerah ini tentang barang seni berbahan baku batu padas ke luar negeri, disamping memenuhi permintaan wisatawan nusantara maupun masyarakat setempat jenis patung tradisional.

Patung Budha beraneka ukuran banyak juga diminati oleh konsumen asal Jepang, Prancis, Jerman dan negara Eropa lainnya. "Patung batu padas yang dibuat jenis antik memang masih ada memasuki pasar ekspor," kata Kencana.

Komoditas ekspor tersebut sebagian besar berupa patung dalam berbagai bentuk dan ukuran yang mampu menarik perhatian konsumen mancanegara maupun wisatawan luar negeri yang sedang menikmati liburan di Pulau Dewata.

Wisatawam mancanegara yang senang berlibur di Pulau Dewata biasa menyaksikan aneka patung berbahan baku batu padas di toko-toko seni yang khusus memajang jenis kerajinan ini di sepanjang pinggiran jalan di Desa Batubulan, 15 Km timur laut Denpasar.

Jika mereka setelah mengamati dan tertarik untuk membelinya langsung minta membawa barang satu atau dua buah kemudian memesan dalam jumlah yang lebih banyak sesuai keperluannya, disamping ada pula membeli patung batu padas kemudian dijual kembali di negerinya, kata dia. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015