Jakarta (Antara Bali) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menyampaikan bahwa nilai penukaran uang receh di Indonesia mencapai Rp125,2 triliun di seluruh Indonesia.

"Totalnya mencapai Rp125,2 triliun, dengan 30 persennya berasal dari Jakarta," kata Ronald usai meninjau lokasi penukaran uang resmi di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan hingga saat ini, di wilayah penukaran IRTI Monas, Jakarta nilai nominalnya mencapai Rp16, 7 miliar dari berbagai kalangan masyarakat, sejak dibuka pada bulan Juni lalu.

"Pecahan paling diminati adalah nilai Rp20 ribu, yang mencapai 97 persen dari total keseluruhan," tutur Ronald.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk penukaran dari uang logam menjadi pecahan uang kertas hanya bisa dilakukan di Bank Indonesia.

Bank lainnya hanya menerima penukaran uang kertas pada gerai-gerai yang menggunakan mobile ATM.

Untuk menjangkau penukaran uang di seluruh wilayah Indonesia, BI bekerja sama dengan TNI dan juga penyedia transportasi di wilayah setempat.

Pengambilan nominal dibatasi maksimal sebanyak Rp 3,7 juta, dengan rincian pecahan Rp 20 ribu maksimal senilai Rp 2 juta.

Pecahan Rp 10 ribu, maksimal sejumlah Rp 1 juta, Rp 5 ribu maksimal penukaran Rp 500 ribu dan Rp 2 ribu maksimal Rp 200 ribu.

Ronald mengharap dengan adanya fasilitas ini masyarakat bisa menukar di tempat yang resmi guna menghindari adanya praktek calo. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Afut Syafril

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015