Fujian (Antara Bali) - Pemerintah Tiongkok meminta media massa Indonesia membantu mempromosikan Pulau Pingtan, Provinsi Fujian, yang kini dikembangkan menjadi kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia dengan fasilitas kawasan pelabuhan dagang, manufakturing, industri teknologi tinggi, pariwisata, bisnis dan perdagangan.

"Kawasan perdagangan bebas Pingtan berstatus istimewa sebagai komitmen mengembangkan kembali jalur sutra," ujar Lin Jiang Ling, Wakil Direktur Kawasan Perdagangan Bebas Pulau Pingtan, saat menerima 10 delegasi jurnalis Indonesia yang diketuai I Made Tinggal Karyawan di Pingtan, akhir pekan lalu.

Ia berharap media massa Indonesia yang memiliki jaringan pemberitaan yang sangat luas mampu menarik minat para pengusaha internasional, setidaknya mendorong para perantau Fujian Tiongkok di Indonesia berinvestasi di tanah leluhurnya.

Potensi para perantau Fujian diaspora untuk berinvestasi di Pingtan sangat besar karena tercatat sekitar 15,8 juta orang keturunan etnis Fujian kini tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sedangkan jumlah penduduk Fujian sekitar 37,48 juta dengan wilayah seluas 121,400 kilometer persegi.

Dari luas tersebut, kata dia, sekitar 16 km2 untuk pelabuhan dagang di barat daya Pulau Pingtan yang berhadapan langsung dengan selat Taiwan atau hanya sekitar 300 km dari Taipeh. Adapun luas Pulau Pingtan 324 km2 dengan penduduk 400.000 jiwa.

"Dari lahan seluas itu ada 100 titik yang dibuka dibagi menjadi 10 bagian, sedangkan sisanya untuk sarana fasilitas pendukung," ujarnya.

Kawasan perdagangan bebas Pingtan ini didirikan atas inisiatif Presiden Tiongkok Xi Jinping pada bulan Desember 2014 setelah melakukan inspeksi ke Pingtan sekaligus memperkenalkan Pingtan sebagai jendela Fujian.

Sementara itu, Deputi Pimpinan Kawasan Perdagagan Bebas Pulau Pingtan Haoyu didampingi Wakil Direktur Fang Ming menjelaskan sudah ada 1.000  unit perusahaan asing yang berinvestasi di kawasan perdagangan bebas Pingkan.

Dari jumlah tersebut, kata Haoyu, sebanyak 500 perusahaan di antaranya dari Taiwan dan sisanya dari berbagai negara. Namun, belum ada satu pun investasi masuk dari Indonesia.

"Hubungan dagang Tiongkok-Taiwan berjalan sangat baik atas prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Delegasi Jurnalis Indonesia I Made Tinggal Karyawan menyambut baik kebijakan pemerintah Tiongkok mengembangkan kawasan perdagangan bebas Pingtan. Hal ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara di lintasan jalur sutra, termasuk Indonesia.

"Seperti halnya media massa Tiongkok, media massa kami juga berkepentingan mempromosikan kawasan perdagangan bebas Pingtan sebagai bagian dari sikap bersama dalam menghadapi tantangan bersama negara-negara sekawasan," demikian I Made Tinggal Karyawan. (WDY)

Pewarta: Oleh I Made Tinggal Karyawan dan Laurensius Molan

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015