Negara (Antara Bali) - Hotel-hotel di kawasan Desa Delodbrawah, Kabupaten Jembrana menjadi lokasi favorit pasangan mesum, meskipun sering dirazia aparat kepolisian maupun Satpol PP.

"Kami sudah mendapatkan informasi tersebut, sehingga operasi di hotel-hotel wilayah itu kami tingkatkan. Selain itu, pembinaan dan peringatan kepada pengelola hotel juga kami lakukan," kata Kapolsek Mendoyo Ajun Komisaris I Wayan Arta Ariawan, Minggu.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, rata-rata pasangan mesum menyewa hotel di wilayah tersebut hanya sekitar satu jam.

Salah seorang penjaga hotel yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan, pasangan mesum yang menyewa hotel, kebanyakan dari kalangan sudah berkeluarga baik yang laki-laki maupun perempuan.

"Biasanya yang menyewa usia paruh baya. Bisa yang laki-laki sudah berkeluarga datang ke janda, atau bisa juga dua-duanya masih memiliki pasangan sah," katanya.

Disinggung pasangan dari kalangan remaja, ia mengatakan, cukup sering juga datang, namun pada sore hari, sementara malam hingga dinihari tamu yang datang sebagian besar laki-laki hidung belang yang membawa pelayan kafe, yang memang banyak tersebar di Desa Delodbrawah.

Ia juga mengaku, sebagai penjaga hotel tidak pernah mencatat identitas penyewa, apalagi mereka rata-rata hanya menggunakan kamar hotel selama satu jam.

Menurutnya, sejak polisi sering melakukan razia, jumlah penyewa hotelnya turun drastis, dari yang biasanya 20 hingga 25 pasangan, menjadi 10 pasangan setiap hari.

Di Desa Delodbrawah ada enam hotel, dengan tarif rata-rata Rp50 ribu selama satu jam.

Dalam beberapakali operasi, Polsek Mendoyo hampir selalu menemukan pasangan mesum di hotel wilayah tersebut.(GBI)

Pewarta: Oleh Gembong Ismadi

Editor : Gembong Ismadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015