Singaraja (Antara Bali) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali optimistis pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar di enam kabupaten/kota di daerah itu tidak akan memicu inflasi.

"Pilkada tidak akan seperti itu (memicu inflasi) tetapi malah bagus bagi pertumbuhan ekonomi," kata Kepala Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati di Lovina Kabupaten Buleleng, Minggu.

Menurut dia, optimisme itu berangkat dari pengalaman saat pelaksanaan pemilihan presiden, pemerintah memprediksi terjadi inflasi secara nasional sebesar 0,2 persen.

"Tetapi kenyataannya tidak ada sama sekali. Saya harap pilkada meningkatkan konsumsi masyarakat (menyangkut keperluan kampanye partai politik)," imbuhnya.

Dewi yakin pelaksanaan pesta demokrasi tingkat kabupaten itu akan menggerakkan sektor industri baik jasa maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di antaranya jasa periklanan, perusahaan sablon dan perusahaan kecil lainnya.

Mengingat pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah membutuhkan sejumlah kelengkapan khususnya keperluan kampanye yang membutuhkan atribut seperti baju kaos, baliho, umbul-umbul yang melibatkan industri.

Sementara itu saat ini Komisi Pemilihan Umum tengah mempersiapkan sejumlah keperluan jelang Pilkada serentak yang digelar menjelang akhir tahun 2015 di antaranya di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Karangasem, Jembrana, Badung dan Bangli.

Persiapan tersebut salah satunya rekrutmen terhadap panitia pelaksanaan pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS). (WDY)

Pewarta: Oleh Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015