Negara (Antara Bali) - Ujian nasional Kejar Paket C di Kabupaten Jembrana, diikuti nenek-nenek yang hampir berusia 60 tahun, yang sehari-hari membuka kantin di sekolah.

"Dulu saya tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki biaya. Biar cuma Kejar Paket C, saya serius mengikutinya," kata Tiotista Sudiarti, nenek enam cucu yang mengikuti ujian di SD Negeri 1 Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Selasa.

Ia mengatakan, meskipun tidak bersekolah, lima orang anaknya ia sekolahkan hingga sarjana, yang saat ini seluruhnya sudah bekerja.

Meski kemampuan daya pikirnya mulai turun akibat faktor usia, ia mengaku, tidak mau kalah dengan peserta ujian lainnya yang masih muda.

"Yang penting tekun, konsentrasi dan semangat. Saya yakin, nilai yang akan saya peroleh tidak kalah dengan yang muda-muda," ujarnya sambil tertawa.

Selain Sudiarti, di SD Negeri 1 Dauhwaru ini, menurut Panitia Pelaksana Ujian Kejar Paket C I Ketut Udara Narayana, ada 46 peserta lainnya.

Ia mengakui, dari seluruh peserta yang akan mengikuti ujian hingga tanggal 16 April tersebut, Sudiarti yang paling tua.

"Nenek Sudiarti sangat bersemangat, buktinya ia mampu mengikuti ujian dari pukul 13.30 wita hingga 18.00 wita untuk dua mata pelajaran," katanya.

Secara keseluruhan ada 103 peserta ujian Kejar Paket C di Kabupaten Jembrana, yang dibagi menjadi dua lokasi yaitu di SD Negeri 1 Dauhwaru dan Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.(GBI)

Pewarta: Oleh Gembong Ismadi

Editor : Gembong Ismadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015