Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah dan pengusaha pariwisata Bali mulai gencar melakukan promosi ke negara potensial pemasok wisman ke Bali, diimbangi dengan sarana dan prasarana penunjang yang memadai, sehingga hasil yang diperoleh maksimal.

"Tanpa ada tindak lanjut dari apa yang kita gembar-gombor dengan baik ke pangsa pasar luar negeri, tidak akan memberikan hasil yang memadai," kata pengamat pariwisata Dewa Nyoman Putra di Denpasar Rabu.

Ia mencontohkan, promosi terhadap sektor pariwisata Bali oleh sebuah majalah pariwisata Rusia yang telah mengenalkan banyak destinasi di berbagai pelosok negara, menobatkan Pulau Bali menjadi sebagai pulau terindah di dunia.

Penobatan tersebut digelar di Moskow, Russia, pada 17 Maret 2014. Kegiatan itu merupakan promosi bagi dunia pariwisata Bali luar biasa, karena media massa itu mampu mempengaruhi pembacanya untuk berminat plesiran ke Pulau Dewata.

Dewa Putra mengatakan, apalagi terpilihnya Bali sebagai pulau terindah di dunia ini merupakan pilihan pembaca Conde Nast Traveler Russia dan lebih dari itu rupanya mendapatkan perhatian banyak media di Rusia.

Terus apa hasilnya, kata Dewa Putra, setelah setahun berlangsung justru wisatawan khusus dari Rusia berkurang yang melakukan perjalanan ke Bali, dengan angka yang tidak tanggung-tanggung hingga 42 persen di awal 2015.

Ia menyebutkan, sesuai catatan Dinas Pariwisata Bali bahwa turis Rusia yang berkunjung ke Bali selama tahun 2014 hanya 9,09 persen menjadi 72.127 orang, pada hal tahun sebelumnya mencapai sebanyak 79.337 orang.

Sementara dua bulan I-2015 diharapkan lebih banyak berkat dampak dari promosi yang ada tersebut justru turis negeri beruang merah itu melorot hingga 42,36 persen dari sebanyak 17.471 orang menjadi hanya 10.070 orang.

Putra mengatakan, wisatawan Rusia mengharapkan adanya penerbangan langsung menuju Denpasar, Bali, mengingat tingginya minat turis dari negeri beruang merah itu berwisata ke Pulau Dewata. Sementara maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pernah berencana melakukan penerbangan langsung yang melayani rute Denpasar-Moskwa, akhir 2014, namun hingga saat ini tampaknya masih belum terealisasi. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015