Denpasar (Antara Bali) - Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Ronny Sompie mengajak masyarakat di Pulau Dewata untuk waspada dan peka terhadap situasi yang mengancam keamanan termasuk menangkal paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Kami tidak mau mengabaikan masalah itu. Meski selama ini situasi di Bali aman dan kondusif, tetapi tetap harus waspada. Kami ajak masyarakat peka terhadap gangguan atau bibit-bibit yang mengarah kepada paham ISIS," katanya ditemui di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Selasa.

Hal tersebut menyusul adanya salah satu warga negara Indonesia berinisial SA (23), seorang perempuan yang sempat tinggal di kawasan Monang-Maning Denpasar, yang merupakan satu dari 16 WNI yang hilang di Turki. Polisi menyebutkan bahwa dia diajak suaminya berinisial M (25) berasal dari Solo, Jawa Tengah, ke Turki dan diduga bergabung dengan ISIS.

"Kami harus melihat latar belakang mereka di Bali, hubungan dengan orang-orang, baik keluarga maupun orang terdekat yang bisa memiliki pemikiran sama. Itu harus dicegah agar tidak berkembang," ucap mantan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri itu.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan upaya deteksi dan pencegahan yang dilakukan oleh satuan tugas yang khusus dibentuk Polda Bali di dalam menangkal menyebarnya paham ISIS di masyarakat.

Satuan tugas tersebut yakni Satgas Penyelidikan, Satgas Kontra Radikalisasi, dan Satgas Deradikalisasi yang berada di bawah tanggung jawab Direktorat Intelijen Keamanan Polda Bali. Dia menjelaskan bahwa satgas yang mulai bekerja Senin (30/3) dibentuk atas arahan Mabes Polri kepada seluruh jajaran Polda di Indonesia. (WDY)

Pewarta: Oleh Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015