London (Antara Bali) - Sebanyak 150 pelajar Sekolah Dasar dan para guru dari Sekolah British Council di Madrid, Spanyol mengadakan kunjungan ke KBRI Madrid yang belajar gamelan dan berhasil melantunkan lagu "Manyar Sewu" dengan harmonis.

Dalam kunjungan ini, para pelajar mendapat pengenalan tentang Indonesia, terutama mengenai kebudayaan dan dunia pariwisata, dan memperoleh pelatihan cara memainkan alat musik tradisional, Gamelan Jawa, demikian penjelasan Sekretaris III Pensosbud KBRI Madrid, Nona Siska Noviyanti kepada Antara London,Sabtu.

Pada pengenalan tentang Indonesia, para siswa diajak "berkeliling" ke lima pulau besar di Tanah Air seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, yang memiliki kekhasan kebudayaan dan daya tarik pariwisata di masing-masing pulau.

Pengenalan mengenai Indonesia kepada pelajar dilanjutkan dengan pemutaran video Indonesia yang memberikan gambaran visual keanekaragaman, keindahan dan kekhasan Indonesia.

Para pelajar diperkenalkan alat musik tradisional gamelan Jawa dan diberikan pelatihan cara memainkan masing-masing instrumen gamelan Jawa, seperti bonang, demung, slenthem, peking, saron, kenong, gong dan kendang. Para pelajar dengan dipandu staf KBRI Madrid berhasil melantunkan lagu "Manyar Sewu" dengan harmonis.

Setiap tahun program pengenalan Indonesia dan alat musik tradisional Gamelan Jawa diselenggarakan sebagai "soft power" diplomasi budaya Indonesia dalam rangka meningkatkan saling pengertian budaya antara kedua bangsa. Selain memperkuat kerja sama antarwarga atau people-to-people melalui generasi muda yang memiliki dampak positif di masa mendatang.

Diharapkan kecintaan pelajar terhadap Indonesia dapat terus berkembang dan dapat membantu mempromosikan Indonesia di Spanyol.

Sambutan dan antusiasme yang tinggi dari para pelajar dan guru selama ini, menjadikan program ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan yang sudah berjalan sejak empat tahun berturut-turut. Bahkan tahun ini, sekolah mengajukan permintaan untuk mengikuti program pelatihan gamelan Jawa dengan komposisi musik yang lebih kompleks bagi pelajar sekolah menengah. (Antara-AFP/i018)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015