Denpasar (Antara Bali) - Patung batu padas berupa aneka bentuk binatang seperti kodok, kuda di samping manuasia purba banyak dikapalkan, terutama ke Amerika Serikat (AS) dan Australia untuk hiasan taman, kamar maupun tempat kerja.

"Pasar utama aneka barang seni berupa patung batu padas sebagian besar dikapalkan ke AS dan Australia disamping negara Eropa lainnya," kata Pengusaha Kerajinan jenis tersebut, I Ketut Kencana di bengkel kerjanya di kawasan Gianyar, Selasa.

Bali mengekspor aneka jenis patung dan cindera mata berbahan batu padas sesuai pesanan konsumen mancanegara, dan mampu diproduksi bernilai seni oleh masyarakat di Desa Silakarang, dan Batubulan Kabupaten Gianyar. Ada saja pesanan yang diterima para pengrajin di daerah ini tentang barang seni berbahan baku patu padas dengan rancangan sesuai selera pemesan di luar negeri, disamping memenuhi permintaan turis nusantara maupun masyarakat setempat.

Patung Budha beraneka ukuran banyak juga diminati oleh konsumen asal Jepang, Prancis, Jerman dan negara Eropa lainnya. "Patung batu padas yang dibuat jenis antik memang masih ada memasuki pasar ekspor," kata Kencana.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar membenarkan, aneka jenis cindera mata dari bahan baku batu padas, gips, dan semen itu 19,36 persen di antaranya menembus pasaran AS, menyusul Australia 15,35 persen. Selain itu juga menembus pasaran Jepang 4,58 persen, Jerman 2,66 persen serta ada pula yang dikapalkan ke Afrika Selatan yang jumlahnya belum sebanyak ke negara Paman Sam, namun masih dalam uji coba pemasarannya.

Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mencatat perolehan devisa aneka kerajinan berbahan baku batu padas selama 2014 bernilai 14,7 juta dolar AS atas pengapalan 10,7 juta unit, naik 44 persen dalam hasil penjualannya tahun 2013 hanya 10,2 juta dolar. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015