Denpasar (Antara Bali) - Tokoh Puri Gerenceng Anak Agung Ngurah Agung ikut mendaftar sebagai calon Wali Kota Denpasar lewat Partai Golkar.

         Anak Agung Ngurah Agung diantar puluhan pemuda mendatangi Kantor DPD Partai Golkar Kota Denpasar, Rabu, untuk menyerahkan dokumen pendaftaran.

         Ngurah Agung merupakan kandidat pertama yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Denpasar lewat partai berlambang pohon beringin itu.

         Sebelum ke ruang pendaftaran, Ngurah Agung terlebih dahulu bersembahyang di Pura Padmasana di areal Kantor Partai Golkar Denpasar.

         Ia mengaku motivasinya maju menjadi calon Wali Kota Denpasar karena terpanggil untuk membenahi pembangunan di kota yang dinilai belum memenuhi harapan warga perkotaan.

         Ngurah Agung lebih lanjut mengatakan, selama 10 tahun terakhir tidak ada pembangunan fenomenal yang terlihat di Kota Denpasar. Bahkan, sarana atau fasilitas umum yang memadai masih kurang.

    "Selama ini Denpasar hanya bersih administrasi saja. Saya mendaftar sebagai calon wali kota karena ingin mengubah Denpasar menjadi lebih baik. Karena Denpasar masih banyak yang perlu diperbaiki," katanya.

         Ngurah Agung mengaku untuk bisa mengantongi tiket calon wali kota dari Partai Golkar tidak gampang, karena ia harus bersaing dengan kandidat lainnya.

         Ia mengatakan sedikitnya ada empat kader yang akan mengajukan pendaftaran. Tokoh senior Partai Golkar Ketut Suwandi dipandang sebagai kandidat terkuat dalam persaingan tersebut.

         Walaupun demikian, Ngurah Agung terus berjuang untuk mendapat rekomendasi dari Partai Golkar.

         "Yang dilakukan sekarang adalah bagaimana lolos verifikasi dan mendapat rekomendasi dari Golkar. Sekarang saya punya kendaraan Golkar ini, saya akan berjuang untuk Golkar," ujarnya.

         Bila dirinya mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar dalam perebutan kursi wali kota, Ngurah Agung mengatakan mendapat modal politik yang signifikan.      
    Ia mengklaim massa yang mendukungnya saat menjadi calon independen pada pemilihan wali kota sebelumnya sampai saat ini masih setia, karena terus dipelihara dan diajak memikirkan Denpasar masa depan.

         "Dulu waktu jadi calon independen, saya punya 27.000 orang. Sayangnya dulu saya terganjal saat verifikasi faktual karena harus membawa 27.000 orang. Sekarang saya punya kendaraan (Partai Golkar)," katanya.

         Selain itu, kata dia, ia pun memiliki modal politik lainnya,  karena pihaknya mempunyai yayasan, termasuk unsur LSM, dan keluarga Ikatan Hindu-Muslim di Bali.

         Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandira yang menerima pendaftaran Ngurah Agung mengatakan, jika ada kekurangan dokumen yang dibutuhkan, pihaknya akan menghubungi tim Ngurah Agung untuk melengkapi dokumen tersebut.

         Menurut Wandira, tokoh Puri Kerenceng tersebut merupakan kandidat pertama yang mulai meramaikan bursa calon wali kota dari Partai Golkar.

         Wandira yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar mengatakan, masih banyak bakal calon wali kota yang berminat mendaftar melalui Partai Golkar, dan pihaknya masih membuka kesempatan sepekan ke depan kepada seluruh masyarakat.

         Ia mengatakan ada beberapa tokoh internal Golkar yang akan bersaing ketat, di antaranya Ketut Suwandhi, AA Ayu Rai Sunasri, dan Yus Sudibyo. Mereka sudah mengambil formulir pendaftaran, dan sedang menunggu mengembalikan formulir untuk pendaftaran.

         Wandira sendiri mengungkapkan kesiapannya untuk masuk bursa calon wali kota. Sebagai Ketua Partai Golkar Kota Denpasar, ia merasa memiliki modal politik yang memadai untuk maju sebagai calon wali kota.

         "Tapi, karena saya juga selaku panitia penerima pendaftaran calon, maka saya memilih mendaftar menyusul saja," katanya. (WDY)

Pewarta: Oleh I Komang Suparta

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014