Kuta, Bali (Antara Bali) - PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, mengerahkan satu unit robot dalam simulasi penanggulangan keadaan darurat terkait penemuan benda diduga bom yang dibawa oleh teroris di Terminal Keberangkatan Internasional bandara setempat.

Dari pantauan Antara, Selasa, robot mini menyerupai alat berat eskavator itu perlahan-lahan memindahkan benda mencurigakan itu ke dalam kendaraan kontainer anti-eksplosif.

Dalam simulasi itu digambarkan, robot berwarna oranye dengan empat roda itu nampak dikendalikan oleh seorang petugas.

Usai robot canggih itu menunaikan tugasnya, kemudian petugas Gegana dan K9 Polda Bali memindahkan dua bungkusan rangkaian bahan peledak tersebut ke sebuah taman yang berada di luar terminal.

Dua ekor anjing pelacak dan mesin pemindai jinjing atau "portable X-ray" juga dikerahkan untuk memastikan rangkaian benda mencurigaakan itu.

Setelah dipastikan bom dengan daya ledak rendah, petugas kemudian menembak bungkusan hitam itu sehingga terjadilah ledakan.

Selain itu, petugas juga digambarkan berhasil mengamankan seorang terduga teroris yang terekam kamera pengawas membawa bahan mencurigakan itu.

Setelah melalui perlawanan dari tersangka, petugas akhirnya berhasil mengamankan teroris itu.

Suasana di salah satu bandara tersibuk di Indonesia itupun digambarkan layaknya situasi yang tegang dan mencekam.

Rangkaian penemuan bahan peledak tersebut merupakan skenario dalam latihan yang digelar bersama aparat gabungan melalui koordinasi lintas instansi.

Direktur Operasi Angkasa Pura I, Yushan Sayuti menjelaskan bahwa latihan tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas terkait apabila menemukan kondisi darurat.

"Ini merupakan wujud dan tanggung jawab kami dalam meningkatkan prosedur penyelamatan dan pertolongan jika terjadi situasi darurat," katanya.

Latihan terpadu tersebut diharapkan semakin menguji fungsi dan koordinasi yang cepat antarinstansi di dalam keadaan darurat. (WDY)

Pewarta: Oleh Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014