Jakarta (Antara Bali) - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Marsudi dan Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier telah membahas kerja sama diplomasi dan ekonomi.

"Kami bicara mengenai masalah hubungan bilateral terutama di bidang ekonomi perdagangan kami perkuat. Dan kami sampaikan bahwa saya minta pemerintah Jerman untuk mempermudah akses produk Indonesia termasuk diantaranya komoditas," kata Retno kepada wartawan seusai bertemu Steinmeier di Kantor Kemlu, Jakarta pada Senin.

Dalam hal ekonomi dan perdagangan, Retno menjelaskan Indonesia memiliki prosentase ekspor yang besar ke Jerman dengan total perdagangan kedua negara mencapai lebih dari USD 7,3 miliar.

"Jerman merupakan salah satu mitra terpenting Indonesia di dunia. Perdagangan kita mencapai lebih dari USD7,3 miliar dan investasi sangat tinggi di dalam kerja sama bilateral itu terdapat kerja sama triangular dan kita lakukan kerja sama banyak di rumah sakit maupun investasi di pabrik Volkswagen di Cikampek," kata Retno.

Pertemuan tersebut juga membahas kerja sama di bidang maritim seperti pembangunan pelabuhan dan infrastruktur kelautan lain sebagaimana sejalan dengan program kerja Presiden Joko Widodo.

Untuk kerja sama diplomasi, Retno telah menyampaikan kepada Steinmeier untuk membebaskan visa kepada paspor diplomatik dan servis.

"Jadi (pembebasan visa) untuk paspor hitam dan biru, karena sejauh ini Jerman belum memberikan itu. Tapi beliau juga setuju untuk melihat kembali kemungkinan-kemungkinan itu karena sejauh ini sudah ada paling tidak 11 negara Schengen yang sudah berikan bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas," ujar Menlu Retno.

Menlu mengatakan jika hal itu dapat diwujudkan maka akan memberikan tanda yang sangat baik bagi hubungan bilateral Jerman dan Indonesia.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Jerman adalah mesin elektrik, alas kaki, furniture, tekstil dan produk tekstil, minyak sawit, karet dan produk karet, kopi, komponen otomotif, cokelat dan makanan.

Indonesia-Jerman telah menyetujui "Jakarta Declaration for a Comprehensive Partnership" yang diresmikan oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kanselir Jerman Angela Merkel yang berkunjung ke Indonesia pada 11-12 Juli 2012.

Deklarasi tersebut berisi komitmen dalam meningkatkan hubungan kerja sama seperti antara lain dalam sektor hankam, ekonomi dan lingkungan hidup. (WDY)

Pewarta: Oleh Bayu Prasetyo

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014