Jakarta (Antara Bali) - Salah satu maskapai penerbangan swasta di Indonesia, PT Lion Mentari Airlines yang beroperasi sebagai Lion Air siap memesan pesawat rancangan terbaru dari Bacharuddin Jusuf Habibie, yakni pesawat Regional 80 atau R80.

Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana, Jumat, mengatakan pemesanan akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, namun pihaknya masih menunggu adanya sertifikasi kelayakan udara internasional pesawat itu.

"Kalau sudah teruji kelayakannya dan segala macam, tentulah kita sebagai pengusaha Indonesia akan memprioritaskan pemesanan ke perusahaan nasional, karena memang pasti lebih murah," kata Rusdi usai acara penandatanganan nota kesepahaman antara Polri dan Lion Group di Jakarta.

Selain lebih murah, Rusdi mengaku membeli pesawat buatan dalam negeri akan lebih bangga, karena segala komponen yang dibuat pastinya berasal dari dalam negeri.

"Kita sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia, dan memesan pesawatnya seperti jenis N-219 sebanyak 50 hingga 100 pesawat," katanya.

Sementara itu pesawat rancangan presiden ke-3 itu rencananya akan mengudara di langit sekitar tahun 2017-2018 di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Sebelumnya, Habibie mengatakan keinginan penerbangan pertama pesawat rancangannya itu setelah mengetahui pemberitaan di media massa bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang membuat Bandara Kertajati.

Pesawat berkapasitas penumpang 80 orang itu dapat dikendalikan secara elektronik, kemudian teknologi terbarunya yakni baling-baling pada sayap dapat menentukan angin dingin dan angin panas dari mesin.

Ia berharap, rancangan pesawat R80 akan mampu melanjutkan kembali kejayaan nasional, seperti pesawat N250 yang pernah berjaya pada era 1990an. (WDY)

Pewarta: Oleh Abdul Malik

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014