Denpasar (Antara Bali) - Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Wisnu Bawa Tenaya bersama dengan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra membuka "Rare Bali Festival" untuk menumbuhkan kembali tradisi budaya kepada anak-anak.

"Mari kita tingkatkan budaya Bali agar energi Bali terpelihara bersama dan menyiapkan anak-anak untuk cerdas menjadi calon pemimpin bangsa," kata Wisnu Bawa Tenaya saat membuka "Rare Bali Festival 2014" di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, pemberian wahana melalui ajang festival tersebut diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda sejak dini yang tak melupakan warisan budaya bangsa.

Sementara itu Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra dalam sambutannya menyatakan bahwa fesival yang mengambil inisiatif budaya lokal tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan era global yang saat ini mendera umat manusia di segala umur khususnya generasi muda.

"Kami harap festival ini mampu menjawab tantangan global untuk memaknainya menjadi pembangunan karakter bagi anak usia dini," ucapnya.

Ketua Panitia Kadek Wahyudita mengatakan bahwa "Rare Bali Festival" tersebut digagas oleh Rumah Budaya Penggak Men Mersi ini merupakan ajang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mencintai budaya lokal di tengah kekhawatiran akan gerusan budaya asing.

Fenomena akan gempuran budaya asing seperti permainan "playstation" dan "game online" kepada anak-anak apabila dikhawatirkan akan menggeser tradisi dan permainan lokal Bali.

"Festival ini dikemas menjadi wadah komunikasi bagi anak-anak untuk saling mengenal tanpa melihat status sosial, kekurangan, keberuntungan, dan ini terbuka bagi semua anak," ucapnya.

Pembukaan festival yang dibawakan oleh murid TK, SD dan SMP itu dibuka dengan pawai budaya berupa gong "Bale Ganjur" atau paduan musik tradisional Bali di Catus Pata Puri Kesiman, Denpasar Timur.

Festival kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisi anak-anak di Puri Agung Kesiman, serta dirangkai dengan aneka lomba anak-anak di antaranya lomba melukis, lomba dolanan, belajar merangkai janur.

"Sebelumnya juga telah dilaksanakan pameran lukisan anak-anak dan fotografi," imbuhya.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Anak Nasional 2014 itu akan dilaksanakan selama tiga hari hingga Sabtu (9/8). (WDY)

Pewarta: Oleh Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014