Pemerintah Kabupaten Bangli menanam sebanyak 150 bibit pohon di daerah aliran sungai sebagai salah satu bentuk mitigasi rawan tanah longsor.
“Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim,” kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar melalui siaran pers di Bangli, Bali, Rabu.
Penanaman bibit pohon dilakukan di area Pura Dalem Buungan di Kecamatan Susut, Bangli yang berada di dekat aliran sungai dan masuk daerah rawan bencana longsor. Penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Bibit pohon yang ditanam yakni majegau, ketapang, hingga tanaman buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat.
Aksi lingkungan itu dilakukan bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bangli sekaligus memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822.
Wakil Bupati Bangli menambahkan penanaman pohon memiliki makna lebih dalam, bukan sekadar menambah jumlah pepohonan, melainkan bertujuan mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh.
“Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang, sehingga risiko bencana seperti banjir atau kekeringan dapat ditekan,” imbuh Diar.
Sementara itu, Ketua FPRB Bangli I Wayan Wiwin menambahkan pihaknya akan terus bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi.
Adapun prioritas utama program penanaman pohon menyasar wilayah-wilayah yang memiliki aliran sungai serta daerah rawan bencana.
Langkah itu sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.
“Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh pihak yang senantiasa mendukung setiap langkah kami, baik dalam kegiatan penanaman pohon ini maupun program sosialisasi pengurangan risiko bencana,” katanya.
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026