Pemerintah Kabupaten Gianyar membagikan strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk mendongkrak sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kunjungan ini merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan kawasan strategis berbasis pariwisata berkelanjutan,” kata Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dalam siaran pers saat menerima BI Sumatera Utara dan pemda Sumut di Gianyar, Bali, Senin.
Wakil Bupati Gianyar memaparkan pembangunan ekonomi berkelanjutan harus mampu menjaga dan mempertahankan identitas budaya, memberdayakan masyarakat lokal, serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Selain itu, lanjut dia, pengembangan kawasan strategis membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, investor, hingga masyarakat.
Oleh karena itu, forum diskusi kedua daerah itu menjadi penting sebagai wadah bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, sekaligus menyusun strategi pengembangan kawasan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pihaknya terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang sehat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi pelayanan, serta pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Adapun pengembangan pariwisata menyeimbangkan tiga aspek utama yaitu keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan sosial budaya, dan keberlanjutan ekonomi.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Iman Gunadi menyampaikan kunjungan ke Kabupaten Gianyar bertujuan mempelajari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya yang telah berhasil diterapkan Gianyar.
Selain itu, perwakilan bank sentral di daerah itu juga menggali praktik baik dalam pengelolaan destinasi terpadu yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba.
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026