Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, AIFO-K mengingatkan mengonsumsi makanan dan minuman manis tidak berlebihan saat menjalani puasa.
Menurut dia, berbagai hidangan manis terutama saat berbuka puasa kerap disajikan. Namun, kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat.
“Makanan manis saat berbuka puasa, misalnya buah-buahan campur sirup campur susu. Itu yang akan membuat kadar gula kita akan cepat naik dan cepat turun lagi makanya itu kita merasa tidak puas jadi craving,” kata Karina dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan berbuka puasa dilakukan secara bertahap bisa dengan mengonsumsi snack atau makanan ringan seperti yogurt, kurma, atau buah yang kandungan gulanya tidak terlalu tinggi seperti apel, pir, melon, alpukat.
“Setelah itu jeda misalnya setengah jam dari waktu snack, kita mulai makan besar mungkin bisa di sekitar jam tujuh malamnya, itu juga harus lengkap ada karbonya protein sayur dan lemak yang sehat tadi jadi kita juga tidak cepat lapar kembali,” ujar dia.
Namun, jika dalam kondisi tertentu tidak bisa mengonsumsi makanan real food secara penuh, lanjut Karina, juga bisa ditambahkan beberapa suplementasi, seperti ada vitamin atau multivitamin yang biasanya mengandung vitamin C, D, dan B serta zinc untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah mudah lelah, dan memastikan asupan cairan tercukupi.
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026